Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

OLAHRAGA · 12 Jul 2026 19:02 WIB

Indonesia Raih Sepasang Medali Emas Speed Perorangan dalam World Climbing Series Chamonix


 Chamonix (FRA), 11 July 2026: Speed finals during the World Climbing Series in Chamonix (FRA).???? Jan Virt/World Climbing. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com Perbesar

Chamonix (FRA), 11 July 2026: Speed finals during the World Climbing Series in Chamonix (FRA).???? Jan Virt/World Climbing. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com

Ricek.ID – Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis pada Minggu (12/7/2026). Selain itu, Indonesia juga berhasil meraih satu medali perak speed perorangan putra.

Medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi dari speed perorangan putri. dan Veddriq Leonardo dari speed perorangan putra. Sementara itu, satu medali perak speed perorangan putra dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi.

Desak Made tampil dengan stabil dalam seri ini. Kemenangan ini menjadi kemengan pertamanya di seri Chamonix. Medali emas ini semakin terasa manis karena pada seri di pekan sebelumnya yakni di Krakow, Polandia, Desak Made juga berhasil membawa pulang medali emas.

Di babak final perebutan emas, Desak Made berhadapan dengan atlet Italia Giulia Randi. Desak Made tampill all out dan berhasil unggul sekaligus mengamankan gelar setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6,22 detik. Sementara, Giulia Randi mencatatkan waktu 6,51 detik.

Medali perunggu diraih Capucine Viglione dari Prancis. Ia berhadapan dengan Isis Rothfork dari Amerika Serikat dan unggul dengan catatan waktu 6,41 detik, sedangkan lawannya 6,53 detik.

Desak Made mengaku sangat senang dengan kemenangan ini. Ia mengaku penampilannya pada final sangat baik dan dia sangat menikmati pemanjatannya.

“Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, di speed perorangan putra Veddriq Leonardo berhadapan dengan rekan senegara yakni Antasyafi Robby Al Hilmi di perebutan emas. Veddriq unggul dengan catatan waktu 4,89 detik sedangkan Robby 5,11 detik. Medali perunggu diraih atlet Jepang Ryo Omasa setelah mengalankan atlet Tiongkok Yicheng Zhao. Ryo Omasa ungggul tipis dengan catatan waktu 4,701 detik, sedangkan Yicheng Zhao 4,704 detik.

Veddriq mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi emas kali ini merupakan emas pertamanya usai meraih medali emas di Olimpiade. Ia mengaku jeda waktu untuk kesuksesan ini sangatlah lama. Ia pun berterima kasih pada seluruh masyarakat Indonesia dan tim karena dukungan mereka sangatlah berarti.

“Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya,” katanya.

Veddriq mengakui sebelumnya ia belum bisa memanjat dengan sempurna karena belum bisa berlatih dengan maksimal.

“Saya berusaha dengan maksimal dan ini adalah pencapaian yang nyata. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini,” ungkapnya.

Asisten Pelatih Speed Fitriyani bersyukur dengan pencapaian ini. Ia menilai semua atlet tampil secara total walaupun tidak ada latihan khusus setelah dari Krakow, Polandia. Tim Indonesia hanya melakukan penyesuaian dengan kondisi di Chamonix, Prancis.

“Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu menampilkan yang terbaik. Mereka sudah tampil dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Kami sangat bangga akan pencapaian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kami,” ujarnya.

Sumber : kemenpora.go.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Sekda Syarifuddin Terpilih Nahkodai KORMI Kalsel 2026–2031, Akan Perkuat Sinergi Majukan Olahraga Masyarakat Banua

12 Juli 2026 - 18:35 WIB

KONI Luncurkan Buku Sports Intelligence untuk Perkuat Prestasi Olahraga Indonesia

9 Juli 2026 - 05:28 WIB

Semarakkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel & HUT ke-81 RI, Dispora Siapkan Sembilan Event Olahraga

8 Juli 2026 - 07:32 WIB

Akan Diramaikan Delapan Klub, Bandung & Surabaya Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026

7 Juli 2026 - 06:22 WIB

Menpora Buka Asian Boxing Championship 2026, Sebut Momentum Kemajuan Olahraga Tinju Asia

6 Juli 2026 - 18:12 WIB

Tercepat di World Climbing Series Krakow 2026, Desak Made Persembahkan Emas bagi Indonesia

5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Trending di OLAHRAGA