Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Banjarbaru · 13 Jul 2026 15:58 WIB

BPBD Banjarbaru Siapkan 12 Tandon Air Bersih Berkapasitas 2.000 Liter Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau


 BPBD Banjarbaru Siapkan 12 Tandon Air Bersih Berkapasitas 2.000 Liter Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau Perbesar

Ricek.ID – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyiapkan 12 tandon air bersih berkapasitas masing-masing 2.000 liter sebagai antisipasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun, pada Senin (13/7/2026) mengatakan kesiapsiagaan tersebut telah dibarengi dengan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Sejauh ini, distribusi telah dilakukan di kawasan Tambak Buluh.

“Sudah dilakukan distribusi air bersih satu tandon di Tambak Buluh. Untuk kesiapsiagaan, kami menyiagakan 12 tandon air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter,” katanya.

Harun mengungkapkan hingga pertengahan Juli 2026 BPBD telah menerima dua permohonan bantuan air bersih dari masyarakat. Kedua permintaan tersebut telah ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi.

Menurutnya, Tambak Buluh menjadi kawasan yang paling sering mengajukan bantuan air bersih setiap musim kemarau. Hal itu disebabkan minimnya ketersediaan sumber air di wilayah tersebut, termasuk sulitnya memperoleh air tanah.

Terkait sumber air yang didistribusikan, Harun menjelaskan BPBD menggunakan air dari hydrant. Sementara itu, pengujian laboratorium terhadap kualitas air bukan menjadi kewenangan BPBD.

“Air yang didistribusikan berasal dari hydrant. Untuk uji laboratorium bukan domain BPBD,” ujarnya.

Harun juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera menghubungi layanan darurat 112. Warga cukup menyampaikan identitas, alamat, serta lokasi yang membutuhkan pasokan air agar petugas dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Penanganan dampak musim kemarau dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama berbagai instansi terkait. Sebagai leading sector penanggulangan bencana, BPBD Kota Banjarbaru terus berkoordinasi agar distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak dapat berlangsung efektif, cepat, dan tepat sasaran.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Bupati Banjar Lantik Empat Pejabat Tinggi Pratama

17 Juli 2026 - 16:03 WIB

Ground Breaking Gedung Baru Bank Kalsel, Dorong Percepatan Ekonomi di Banjarbaru

17 Juli 2026 - 15:59 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemko Banjarbaru Langsung Pasang Tandon Air untuk Warga Cempaka

17 Juli 2026 - 15:56 WIB

Terjatuh ke Dalam Sumur, Tim SAR Evakuasi Pria di Banjarbaru dalam Kondisi Meninggal Dunia

17 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Optimalkan Penyaluran Biosolar di Tengah Meningkatnya Permintaan

16 Juli 2026 - 18:20 WIB

Jalan Amblas di Sungai Lulut, Dishub Kalsel Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Usai Penutupan Jalan

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di ADVERTORIAL