Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

EKOBIS · 16 Jul 2026 18:22 WIB

Peletakan Batu Pertama PSN LNG Abadi Blok Masela, Menteri ESDM Pastikan 60 Persen Gas untuk Kebutuhan Domestik


 Peletakan Batu Pertama PSN LNG Abadi Blok Masela, Menteri ESDM Pastikan 60 Persen Gas untuk Kebutuhan Domestik Perbesar

Ricek.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan sebagian besar produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, bukan untuk pasar ekspor.

Langkah itu diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional seiring dengan dimulainya babak baru proyek yang sempat tertunda selama puluhan tahun tersebut.

Hal itu disampaikan Bahlil, dalam upacara peletakan batu pertama PSN LNG Abadi Blok Masela, di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada Kamis (16/7/2026).

Komitmen tersebut menjadi substansi utama dalam pengembangan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia.

“Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor,” ujarnya.

Bahlil mengungkapkan, rasa syukurnya karena proyek itu akhirnya dapat terealisasi setelah melalui proses kajian yang panjang.

Ia juga meminta pihak operator, INPEX Masela Ltd, untuk bergerak cepat agar target lini masa pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya minta kepada Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah berjalan dan tahun 2027 sudah masuk tahap konstruksi,” lanjut Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi yang mencapai USD21 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun.

Angka tersebut sudah termasuk tambahan investasi sejumlah 1 miliar dolar AS yang dialokasikan khusus untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage(CCS), guna menekan emisi karbon dan mendukung agenda transisi energi bersih.

Secara teknis, proyek yang terletak di Laut Arafura itu dirancang untuk memproduksi gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa yang mencapai 150 juta kaki kubik per hari.

Selain berdampak pada ketahanan energi, proyek itu diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja pada masa konstruksi, sehingga menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tonggak Kemandirian Energi, Presiden Prabowo Sebut PSN LNG Abadi Masela sebagai Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

16 Juli 2026 - 18:26 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Optimalkan Penyaluran Biosolar di Tengah Meningkatnya Permintaan

16 Juli 2026 - 18:20 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lintas Negara, Indonesia & Tiongkok Laksanakan Pertukaran Buronan

16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Dampak Piala Dunia 2026, Kajian KADIN Sebut Terjadi Perputaran Ekonomi Nasional Lebih dari Rp 5 Triliun

16 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM dan LPG Bersubsidi melalui Sistem Digital Terintegrasi

16 Juli 2026 - 13:08 WIB

Perkuat Ekonomi Desa, Pemerintah Integrasikan Kopdes Merah Putih, BUMDes & Desa Tematik

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Trending di NASIONAL