Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 26 Jul 2026 15:28 WIB

BKOW Kalsel & Srikandi PP Banjarbaru Ajak Perempuan Lestarikan Budaya di Hari Kebaya Nasional


 BKOW Kalsel & Srikandi PP Banjarbaru Ajak Perempuan Lestarikan Budaya di Hari Kebaya Nasional Perbesar

Ricek.ID – Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian kebaya sebagai identitas nasional sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan dan keluarga.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang digelar DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru bersama DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dirangkai dengan Seminar Kesehatan Mental Perempuan dan Keluarga serta Lomba Fashion Show Kebaya Nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru pada Sabtu (25/6/2026) itu secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, yang mengapresiasi kolaborasi berbagai organisasi perempuan dalam menjaga kelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa.

Ellyana mengatakan, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa kebaya merupakan simbol jati diri perempuan Indonesia yang harus terus dilestarikan lintas generasi.

“Alhamdulillah hari ini kita memperingati Hari Kebaya Nasional bersama DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan semakin banyak perempuan yang bangga mengenakan kebaya. Antusias peserta, khususnya pada lomba fashion show, sangat luar biasa dan mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut Ellyana, penggunaan kebaya tidak harus terbatas pada acara resmi. Dengan inovasi desain yang lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas Indonesia, kebaya dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari sehingga semakin dekat dengan generasi muda.

“Kebaya bukan hanya untuk acara formal. Sekarang banyak model yang lebih kekinian, nyaman digunakan sehari-hari, namun tetap mempertahankan identitas kebaya Indonesia. Ini menjadi salah satu cara agar budaya kita tetap hidup dan dicintai masyarakat,” katanya.

Selain mengangkat nilai budaya, Ellyana menilai tema kesehatan mental yang diusung dalam seminar sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mengingatkan agar persoalan kesehatan mental tidak lagi dianggap sepele.

“Kesehatan mental perempuan, anak, maupun keluarga saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan menganggap keluhan psikologis sebagai sesuatu yang biasa atau diabaikan. Jika melihat keluarga, teman, atau orang di sekitar mengalami masalah, dampingi mereka dan arahkan untuk mendapatkan bantuan melalui tenaga kesehatan maupun layanan yang tersedia,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru, Rahmawaty, menjelaskan peringatan Hari Kebaya Nasional tahun ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi antara DPC Srikandi PP Banjarbaru dengan DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalsel dalam mendorong perempuan menjadi pribadi yang berdaya tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas kami bersama DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi sosok yang berdaya, maju, dan aktif, tetapi tetap menjaga kearifan lokal melalui kebaya sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.

Rahmawaty menambahkan, pihaknya sengaja menggabungkan peringatan Hari Kebaya Nasional dengan seminar kesehatan mental agar peserta tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat.

“Karena itu kami tidak hanya mengadakan peringatan dan lomba fashion show, tetapi juga menghadirkan seminar kesehatan mental perempuan dan keluarga. Harapannya, peserta memperoleh ilmu yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan tidak hanya tampil anggun dengan kebaya, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BKOW Provinsi Kalsel bersama Srikandi Pemuda Pancasila berharap semangat mencintai kebaya sebagai identitas nasional dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental perempuan dan keluarga sebagai fondasi terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Dukung Lomba Kreasi MPASI Tepat Gizi & Sesuai Usia

28 Juli 2026 - 20:45 WIB

Gubernur Kalsel Sampaikan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

28 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Sosialisasi ASN Pra Pensiun & Silaturahmi Pengajian Nasabah Pensiunan Eksisting BSI

28 Juli 2026 - 12:57 WIB

16 Tim Pelajar Putri Berlaga Rebut Juara di PERWOSI CUP I 2026

28 Juli 2026 - 12:53 WIB

Audiensi dengan PLN UP3 Banjarmasin, Pemko Banjarmasin Dorong Percepatan Penanganan Pemadaman Bergilir

27 Juli 2026 - 19:53 WIB

Kabupaten Banjar Dilanda Pemadaman Listrik, Bupati Minta Satpol PP Perkuat Pengamanan

27 Juli 2026 - 19:50 WIB

Trending di ADVERTORIAL