Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan

HEADLINE · 13 Sep 2026 17:40 WIB

KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari


 KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari Perbesar

Banjarmasin- Operasi pencarian dan penyelamatan korban musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus dilakukan secara intensif. Hingga Minggu (13/9/2026), Tim SAR Gabungan mencatat 107 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Dari total 243 orang yang berada di kapal, sebanyak 136 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memantau langsung penanganan musibah dari Posko SAR Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).

Dalam keterangannya, Menhub Dudy Purwaghandy menyampaikan duka cita atas kecelakaan laut yang menimpa KM Virgo Transport 8.

“Pertama-tama, atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan laut yang menimpa kapal yang membawa 243 penumpang,” ujar Menhub Dudy Purwaghandy di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dudy menjelaskan, dari 243 orang yang terdata, sebanyak 107 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Enam orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 136 lainnya masih dalam pencarian.

“Dari 243 penumpang, tim evakuasi atau tim SAR yang dipimpin oleh Basarnas telah berhasil mengevakuasi sejumlah 107 penumpang yang selamat dan 6 orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat sekitar 136 penumpang dalam proses pencarian,” lanjutnya.

Menhub juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan. Menurutnya, unsur gabungan bergerak cepat sejak laporan kejadian diterima.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada koordinator operasi SAR, TNI, Polri, kementerian/lembaga, tenaga kesehatan, operator kapal, serta seluruh unsur terkait yang telah bekerja cepat dalam operasi kemanusiaan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan kondisi kapal sebelum mengalami situasi darurat di tengah laut.

Menurutnya, pihak kapal sebelumnya telah melaporkan kondisi cuaca buruk kepada perusahaan. Beberapa jam kemudian, kondisi kapal dilaporkan mengalami perubahan center of gravity yang menyebabkan kapal mengalami kemiringan.

“Pada saat kapal mengalami kondisi menghadapi cuaca buruk, dari awal kapal sudah menyampaikan kepada perusahaan bahwa kapal menghadapi cuaca yang tidak baik. Kemudian beberapa jam berikutnya dilaporkan bahwa kondisi kapal mengalami perubahan center of gravity atau ada kemiringan dari pihak kapal,” terang Mohammad Syafii.

Kabasarnas mengatakan kapal juga sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum akhirnya kehilangan kontak.

“Pada saat itu di-broadcast bahwa kapal membutuhkan bantuan, dan dari kapal juga sudah mengaktifkan darurat berupa EPIRB yang ada di kapal untuk meminta bantuan,” katanya.

Menurut Mohammad Syafii, salah satu kendala dalam penanganan awal adalah jarak lokasi kejadian dari Banjarmasin. Perjalanan menuju titik kejadian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam.

“Posisi lokasi kejadian kalau ditempuh dari Banjarmasin memakan waktu kira-kira 6 jam. Dari informasi yang ada, Kantor SAR Banjarmasin melaksanakan analisis cepat, melaporkan ke Basarnas Command Center, dan Basarnas Command Center mendeklarasikan kedaruratan ini kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa untuk bisa membantu proses pertolongan,” jelasnya.

Kabasarnas menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dengan mengacu pada standar keselamatan maritim internasional.

“Badan SAR Nasional mengacu kepada International Maritime Organization (IMO) Guideline dalam pelaksanaan operasi ini. Basarnas dibantu khususnya dari TNI, Polri, serta seluruh potensi dari kementerian dan lembaga sesuai fungsinya. Saat ini operasi sudah digelar dan sedang berlangsung,” pungkas Mohammad Syafii.

Tim SAR Gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran di perairan Laut Jawa untuk mencari 136 penumpang yang belum ditemukan. Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur dan armada untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.

 

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga

1 November 2026 - 10:46 WIB

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Ungkap Pabrik Miras Oplosan Rumahan di Martapura, Polres Banjar Sita Ratusan Liter

31 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Perempuan 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

31 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap

30 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Trending di NASIONAL