Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 2 Sep 2026 22:41 WIB

Catat 2.332 Kejadian Karhutla, BPBD Kalsel Sebut Luas Terdampak 12.339,74 Hektare


 Catat 2.332 Kejadian Karhutla, BPBD Kalsel Sebut Luas Terdampak 12.339,74 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) terus lakukan pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Kalsel.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyampaikan berdasarkan data pemantauan periode 1 Januari hingga 1 September 2026, tercatat sebanyak 2.332 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 12.339,74 hektare.

“Data ini menjadi bagian dari pemantauan harian dalam upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Selatan. Perkembangan kejadian dan titik panas terus dipantau sebagai dasar penanganan di lapangan,” kata Ronny.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, sebaran kejadian karhutla tercatat di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Banjar mencatat 441 kejadian dengan luas lahan terdampak 2.737,51 hektare, sedangkan Kota Banjarbaru sebanyak 474 kejadian dengan luas 1.831,80 hektare.

Selanjutnya, Hulu Sungai Selatan tercatat 324 kejadian dengan luas 2.203,97 hektare, Tanah Laut 359 kejadian dengan luas 2.072,35 hektare, dan Tapin 183 kejadian dengan luas 1.244,68 hektare.

Sementara itu, Barito Kuala mencatat 168 kejadian dengan luas 971,70 hektare, Hulu Sungai Utara 98 kejadian dengan luas 532,85 hektare, Balangan 66 kejadian dengan luas 196,51 hektare, serta Tanah Bumbu 69 kejadian dengan luas 197,60 hektare.

Untuk wilayah lainnya, Kotabaru tercatat 48 kejadian dengan luas 58,07 hektare, Hulu Sungai Tengah 58 kejadian dengan luas 156,11 hektare, Tabalong 29 kejadian dengan luas 135,13 hektare, serta Kota Banjarmasin 15 kejadian dengan luas 1,45 hektare.

Selain kejadian karhutla, data pemantauan juga menunjukkan terdapat 17.093 titik hotspot di wilayah Kalimantan Selatan. Data tersebut bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan, dengan pemantauan satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

Ronny menegaskan, pemantauan hotspot menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung langkah pengendalian karhutla, terutama dalam mengidentifikasi wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

“Pengendalian karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemantauan data, kesiapsiagaan personel dan respons cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam menekan dampak kebakaran,” ujarnya.

BPBD Kalsel bersama unsur terkait terus mendorong kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki sebaran titik panas dan kejadian kebakaran cukup tinggi.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Satpol PP Kotabaru Benahi Administrasi Satlinmas, Siapkan Lomba Poskamling

26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Polres Tanah Laut Gelar Operasi Patuh Intan 2026, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas

26 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Pemko Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

25 Oktober 2026 - 20:26 WIB

PM2.5 Tembus 501,7 Udara Kalsel Berbahaya, Mitigasi Super El Nino Disorot

25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Peduli Dampak Asap, RSGM Gusti Hasan Aman Bagikan Masker kepada Pengunjung CFD

25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Tempati Peringkat Lima Nasional, Kalsel Sabet Lima Medali di Kejurnas Gateball 2026

25 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di ADVERTORIAL