Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

NASIONAL · 5 Sep 2026 21:04 WIB

Hadapi El Nino, Produksi Pangan Nasional Tetap Aman & Surplus Terjaga


 Hadapi El Nino, Produksi Pangan Nasional Tetap Aman & Surplus Terjaga Perbesar

Ricek.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis produksi beras nasional aman meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan tipis produksi beras pada Januari-Oktober 2026.

Menurutnya, proyeksi penurunan produksi yang disampaikan BPS perlu dilihat secara proporsional jika dibandingkan total produksi nasional.

BPS memperkirakan produksi beras nasional Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 31,44 juta ton. Sementara produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton, juga turun 0,08 persen.

Mentan menilai angka tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan total produksi nasional. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton.

“(Penurunan) 0,08 persen coba dikali 34,7 juta ton produksi beras nasional. 0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali (dibandingkan 34,7 juta ton),” kata Amran dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (4/9/2026).

Mentan optimistis kondisi produksi nasional juga masih berada dalam situasi yang kuat karena Indonesia mencatat surplus pangan. Ia menyebut Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan kembali berada dalam kondisi surplus pada tahun ini.

“Tahun lalu surplus 4 juta ton, tahun ini juga kan. 30 ribu ton hilang (susut produksi). Sementara kita 4 juta ton dua kali surplus bagaimana?,” ungkapnya.

Amran menegaskan, pemerintah tetap mencermati perkembangan produksi dan tidak menganggap ringan tantangan yang dihadapi petani. Terlebih, kondisi iklim saat ini memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.

Namun, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah untuk menjaga produksi tetap aman. Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pompanisasi dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Dan wajar (terjadi penurunan), karena ada kondisi iklim, tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” ujar Mentan.

Amran mengatakan pemerintah telah melakukan persiapan jauh sebelumnya untuk mengantisipasi dampak El Nino. Selain memastikan ketersediaan air melalui pompanisasi dan irigasi, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui teknologi budidaya.

“Nah sekarang El Nino dampaknya insyaallah kita mitigasi, kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih seperti ini (PM AAS), dari 5 ton jadi 10 ton, 6 ton menjadi 11 ton. Kemudian ada benih yang tahan kekeringan,” jelasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga produksi pangan di tengah tantangan iklim. Pemerintah tidak hanya menjaga luas panen, tetapi juga mendorong produktivitas agar produksi per hektare terus meningkat.

Di sisi lain, BPS menegaskan bahwa angka produksi Oktober 2026 yang disampaikan masih merupakan angka potensi atau proyeksi, bukan angka final. Realisasi produksi masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman dan perkembangan panen hingga Oktober.

Dengan status angka yang masih berupa proyeksi, perkembangan produksi hingga akhir periode tetap akan ditentukan oleh kondisi pertanaman dan realisasi panen. Pemerintah pun terus memperkuat mitigasi di lapangan untuk memastikan tantangan iklim tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Mentan menegaskan pemerintah akan terus hadir di tengah petani untuk menjaga produksi. Berbagai intervensi yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu mempertahankan produktivitas sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap aman.

“Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” pungkas Amran.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di NASIONAL