Ricek.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjar fasilitasi kegiatan dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam menangkal paham radikalisme, intoleransi, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar pada Kamis (8/10/2026) ini dihadiri Camat Tatah Makmur beserta jajaran pegawai Kecamatan Tatah Makmur, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, serta aparat desa setempat.
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan yang mengangkat upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman, baik yang muncul di lingkungan sosial maupun melalui ruang digital.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Arini Rizkiyanti dari Densus 88 AT dengan materi “Strategi Pencegahan Ancaman Paham Intoleran, Terorisme dan Radikalisme” serta Ade Setyawan Pratama dari Diskominfo Kabupaten Banjar yang menyampaikan materi “Bijak di Era Digital: Aman Berinteraksi, Cermat Memilah Informasi, dan Produktif Memanfaatkan Teknologi.”
Dalam pemaparannya, Arini Rizkiyanti menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham intoleran, radikalisme, dan terorisme. Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa.
Sementara itu, Ade Setyawan Pratama memberikan pemahaman mengenai pentingnya kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital. Peserta didorong untuk lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi yang beredar melalui media sosial maupun berbagai platform digital.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat keamanan, baik secara fisik maupun siber, khususnya di lingkungan pemerintahan dan perangkatnya.
Camat Tatah Makmur Wahyudi Rahmat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Tatah Makmur ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan berbagai informasi yang beredar di media sosial,” katanya.
Wahyudi menambahkan, aparatur kecamatan dan desa memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan.
“Kami mengajak seluruh jajaran pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, dan seluruh peserta untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Setiap informasi yang diterima perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung disebarluaskan sebelum diketahui kebenarannya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap terbangun kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, toleran, serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan di era digital.
Selain menangkal paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme, masyarakat juga diharapkan semakin memiliki kemampuan dalam menyaring informasi sehingga tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sumber : Media Center Banjar













