Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

ADVERTORIAL · 18 Okt 2026 07:46 WIB

DPRD Kotabaru Dorong Layanan Dokter Spesialis Berkelanjutan di Wilayah Pelosok


 DPRD Kotabaru Dorong Layanan Dokter Spesialis Berkelanjutan di Wilayah Pelosok Perbesar

Kotabaru- Pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah pelosok menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Anggota DPRD Kotabaru, Rahmad, mendorong agar layanan dokter spesialis dapat menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) secara berkelanjutan.

Menurut Rahmad, kehadiran dokter spesialis di pusat layanan kesehatan tingkat pertama merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi kendala jarak dan biaya untuk mendapatkan pengobatan.

Ia menilai, pelayanan tersebut tidak cukup hanya dilaksanakan melalui program sementara. Diperlukan kesinambungan agar masyarakat di wilayah pelosok memiliki kesempatan lebih baik untuk memperoleh pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai kebutuhan.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan layanan konsultasi dokter spesialis di Puskesmas Pamukan II, Kecamatan Pamukan Utara, pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Ukas, S.Farm., Apt., M.Kes., menghadirkan tiga dokter spesialis dari RSUD Sengayam, yakni spesialis anak, spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), serta spesialis penyakit dalam.

Rahmad, yang merupakan anggota DPRD Kotabaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menilai program tersebut sebagai langkah konkret dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah 3T.

Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan harus menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis.

Akses terhadap dokter spesialis menjadi penting bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas rumah sakit. Dengan layanan yang lebih dekat, masyarakat berpeluang mengurangi beban perjalanan serta biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh konsultasi medis.

Karena itu, Rahmad mendorong agar program serupa dapat terus dikembangkan melalui koordinasi antara DPRD, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit daerah. Dengan dukungan lintas sektor, pelayanan kesehatan di wilayah pelosok diharapkan semakin mudah dijangkau dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkesinambungan.

Pemerataan layanan kesehatan bukan sekadar menghadirkan tenaga medis di suatu wilayah, melainkan memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gerakan Pangan Murah di Kotabaru, Minyak Goreng 2 Liter Dijual Rp30 Ribu

22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kukuhkan KORPRI Kotabaru, Kepala BKN Dorong Digitalisasi Layanan dan Promosi Daerah

21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Usai Dilantik, Kades Tirawan Mus Mulyadi Prioritaskan Pembenahan Administrasi dan Pelayanan Warga

21 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Wakil Ketua DPRD Kotabaru Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Karhutla

21 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat & Rumah Sakit di Tanjung Lalak

20 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Dinkes Kotabaru Perkuat Pemetaan Sarana & Alat Kesehatan di Puskesmas hingga Labkesmas

20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL