Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

NASIONAL · 21 Okt 2026 21:05 WIB

Presiden Prabowo Minta Usut Tuntas Karhutla, Tindak Pelaku Tanpa Kompromi


 Presiden Prabowo Minta Usut Tuntas Karhutla, Tindak Pelaku Tanpa Kompromi Perbesar

Ricek.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan sekaligus menjaga ketahanan nasional dan persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (21/10/2026) meminta seluruh jajaran terkait mengusut tuntas dugaan keterlibatan manusia dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan tindakan tegas diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum.

“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” ujarnya.

Prabowo menyoroti hasil penyelidikan di lapangan yang menunjukkan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan tanggung jawab sejumlah korporasi.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja,” imbuh Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti yang jelas dan melalui proses yang cermat. Pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk mencabut izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ungkap Presiden.

Selain itu, Prabowo turut menggarisbawahi perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan persatuan di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah. Menurut Presiden, sejarah menunjukkan bahwa Indonesia telah berkali-kali menghadapi pemberontakan, kerusuhan, adu domba, dan berbagai tekanan, tetapi tetap mampu menjaga keutuhan nasional.

“Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional, saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kehidupan yang damai, saling menghormati, dan berlandaskan Pancasila. Keberagaman agama, suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, menurut Presiden, merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga bersama.

“Rakyat Indonesia hidup damai, rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku, kita hormati semua suku. Berbeda bahasa daerah, kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan, menghormati adalah mulia,” pungkas Presiden.

Arahan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut membawa dua pesan penting bagi perjalanan pemerintahan ke depan yaitu negara harus tegas terhadap siapa pun yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat, sekaligus terus merawat persatuan sebagai fondasi kekuatan nasional.

Bagi Presiden, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan rakyat dan menjaga persatuan berarti menjaga masa depan Indonesia.

Sumber : BPMI Setpres

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Ungkap Jaringan Penyelundupan Baby Lobster Lintas Negara, Polri Tangkap Dua Pelaku

21 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Kekuatan Strategis Indonesia

21 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Jaga Kepentingan Nasional, Presiden Prabowo Tegaskan Keberanian Hadapi Tantangan

21 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Tekankan Ketahanan & Persatuan Nasional

21 Oktober 2026 - 21:03 WIB

KPK Petakan Risiko Korupsi Pemilu, Soroti Politik Uang & Transparansi Dana Kampanye

21 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Kebijakan Inklusi Keuangan Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

21 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Trending di NASIONAL