Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

EKOBIS · 25 Okt 2026 20:29 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand


 Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand Perbesar

Ricek.ID – Terasi udang rebon produksi UMKM asal Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, semakin menembus pasar internasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana sebanyak 40 ton ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta.

“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta,” disampaikan Menko Pangan saat melepas deretan truk kontainer berisi terasi di depan Kantor Bupati Asahan, Asahan, Sumatra Utara pada Sabtu (24/10/2026).

Ekspor ini membuka peluang bagi produk olahan lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka dan menjadi salah satu daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatra Utara. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap Asahan tercatat mencapai 50.658 ton.

Potensi perikanan tersebut turut menopang usaha pengolahan hasil laut yang menggunakan bahan baku dari nelayan setempat. Terasi udang rebon menjadi salah satu produk yang dikembangkan untuk memperluas pasar hasil perikanan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan, ekspor komoditas terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Pada 2026, volumenya meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar.

Menko Pangan berharap pengiriman perdana ke Tailan dapat berlanjut secara rutin dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan hasil laut dari Asahan.

“Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” tegas Menko Pangan.

Dalam rangkaian kegiatan di Kantor Bupati Asahan, Menko Pangan turut menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada 164 penerima manfaat, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Bantuan pangan diberikan kepada masyarakat desil 1–4 sebesar 10 kg beras per penerima per bulan, yang disalurkan sekaligus selama 3 bulan sebanyak 30 kg per penerima.

Setelah penyaluran periode Juli–September 2026, bantuan pangan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober–Desember 2026 dengan jumlah yang sama. Sementara itu, untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat di luar desil 1–4, pemerintah menambah 1 juta ton beras SPHP hingga April 2027 untuk memperkuat pasokan di pasar dengan harga terjangkau.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Raih 14 Medali Asian Para Games 2026, Indonesia Bidik Posisi Delapan Besar

24 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Trending di NASIONAL