Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 26 Okt 2026 19:50 WIB

Perkembangan Harga Kalsel Naik 1,1 Persen, Pemprov Minta Kabupaten/Kota Perkuat Pengendalian Inflasi


 Perkembangan Harga Kalsel Naik 1,1 Persen, Pemprov Minta Kabupaten/Kota Perkuat Pengendalian Inflasi Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di daerah.

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional bersama Kementerian Dalam Negeri pada Senin (26/10/2026), perkembangan harga di Kalsel tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Rusma Khazairin, menyampaikan angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah provinsi lainnya. Namun, pengendalian harga tetap perlu dilakukan agar kenaikan tidak berlanjut.

“Berdasarkan indeks perkembangan harga tadi, kita berada pada kenaikan 1,1 persen. Angka ini termasuk rendah dibandingkan provinsi-provinsi lainnya,” ujarnya seusai mengikuti rapat secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru.

Rusma menjelaskan, pemerintah daerah tidak boleh mengabaikan perkembangan harga meskipun kenaikan yang tercatat masih relatif terkendali. Sebab, tekanan harga pada sejumlah komoditas pangan dapat memengaruhi kondisi inflasi secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan dan perkiraan yang disampaikan dalam rapat, posisi inflasi Kalsel hingga Desember berpotensi masih berada di atas angka nasional. Karena itu, berbagai langkah pengendalian perlu diperkuat sejak sekarang.

“Kita berharap kabupaten dan kota melakukan upaya masing-masing untuk menekan inflasi di wilayahnya. Pemerintah provinsi juga akan mengoordinasikan langkah-langkah tersebut agar pengendalian dapat berjalan bersama,” katanya.

Menurut Rusma, kondisi alam yang memengaruhi produksi dan distribusi pangan memang menjadi tantangan. Namun, hal tersebut tidak seharusnya menghambat upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga.

Beberapa langkah yang dapat ditempuh meliputi pelaksanaan gerakan pasar murah, penguatan distribusi antardaerah, serta koordinasi untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Kalsel berharap tekanan harga dapat dikendalikan sehingga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL