Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 26 Okt 2026 19:53 WIB

Harga Cabai Merah di Banjarbaru & HSU Meroket, Pemda Diminta Bergerak


 Harga Cabai Merah di Banjarbaru & HSU Meroket, Pemda Diminta Bergerak Perbesar

Ricek.ID – Harga cabai merah di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Rusma Khazairin, mengatakan kedua daerah tersebut tercatat mengalami harga cabai merah yang relatif tinggi berdasarkan pemantauan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru pada Senin (26/10/2026).

Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota perlu mengambil langkah konkret untuk menekan harga komoditas tersebut agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Untuk harga cabai merah, ada dua daerah yang menjadi perhatian karena harganya tinggi, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarbaru. Kita harapkan pemerintah daerah setempat melakukan upaya untuk menekan harga yang ada di wilayah masing-masing,” ujar Rusma.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar gerakan pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperkuat kerja sama antardaerah, terutama dengan wilayah penghasil cabai merah, guna menjamin kelancaran pasokan dan distribusi.

Rusma menjelaskan, kondisi ketersediaan cabai di Kalsel berbeda antara jenis cabai rawit merah dan cabai merah besar. Untuk cabai rawit merah, ketersediaan secara provinsi berada dalam kondisi surplus.

Sementara itu, cabai merah besar masih mengalami kekurangan pasokan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi distribusi dan kerja sama dengan daerah penghasil.

“Dengan adanya kerja sama antardaerah antara wilayah penghasil dan daerah yang bukan penghasil, kita berharap ketersediaan cabai di masing-masing daerah dapat terjaga dan tekanan harga bisa ditekan,” jelasnya.

Pemprov Kalsel mendorong pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan koordinasi agar penanganan kenaikan harga cabai dapat dilakukan sesuai kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kalsel.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL