Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

HUKUM · 25 Mar 2025 19:03 WIB ·

Ahli Pers Kalsel Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Jurnalis Juwita


 Ahli Pers Kalsel Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Jurnalis Juwita Perbesar

Riceknews.Id – Ahli Pers Dewan Pers Kalimantan Selatan (Kalsel), Faturrahman, mendesak kepolisian untuk segera mengungkap tuntas kasus kematian jurnalis Juwita.

Ia menekankan pentingnya kejelasan mengenai keterkaitan antara kematian Juwita dengan karya jurnalistiknya atau faktor-faktor pribadi.

“Bagaimanapun, kasus kematian Juwita ini harus diungkap oleh aparat kepolisian,” tegasnya pada Selasa (25/3/2025).

“Sehingga jelas, apakah kematian Juwita itu ada kaitannya dengan karya jurnalistik ataukah terkait dengan hal-hal yang sifatnya pribadi,” tambahnya.

Faturrahman, yang akrab disapa Bang Atui, berspekulasi bahwa dalam perjalanannya, Juwita mungkin menemukan fakta yang berpotensi menjadi karya jurnalistik.

Namun, ia juga menduga bahwa jika temuan tersebut berkaitan dengan isu sensitif, Juwita mungkin menghadapi risiko yang tidak diinginkan, hingga kehilangan nyawa.

Meskipun pada hari kematian Juwita, tidak ada penugasan peliputan resmi dari kantor media tempatnya bekerja, maupun agenda peliputan yang dihadirinya.

Lebih lanjut, Bang Atui menyatakan bahwa identitas seorang wartawan atau jurnalis melekat pada diri individu tersebut.

“Karena bagaimanapun, seorang wartawan yang sedang melakukan perjalanan atau kegiatan tertentu, selalu peka terhadap berbagai hal yang dilewati, dilihat, dan dialami,” terangnya.

“Bisa saja itu (di tengah perjalanan Juwita) bagian dari hal-hal yang dapat diolah menjadi produk karya jurnalistik,” sambungnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan peliputan yang terencana bertujuan untuk mengungkap isu-isu tertentu. “Tapi bisa saja dalam perjalanan tanpa berencana, kemudian menemukan sesuatu yang bernilai berita untuk karya jurnalistik,” ujarnya.

Dari tragedi ini, Bang Atui menekankan pentingnya pelajaran dan evaluasi bagi para jurnalis.

Ia mengingatkan tentang tiga aspek perlindungan diri yang harus disadari oleh para jurnalis yang aktif bertugas: Perlindungan diri sendiri sebagai prioritas utama, perlindungan dari media tempat jurnalis bernaung, dan perlindungan dari aparat penegak hukum seperti kepolisian.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP

15 April 2026 - 20:52 WIB

Polda Kalsel Musnahkan 75,2 Kg Sabu dan 15 Ribu Ekstasi

13 April 2026 - 12:34 WIB

Salah Satu Mesin ATM di Martapura Diduga Dibobol

12 Maret 2026 - 18:05 WIB

Simpan Sabu 5,6 Gram, Emak-Emak di Ketapang Dibekuk Polisi

11 Maret 2026 - 14:03 WIB

Diduga Terlibat Pencabulan Anak, Oknum SPPG Langsung Dipecat BGN

8 Maret 2026 - 00:51 WIB

Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku Pengeroyokan di Jalan Veteran Banjarmasin Timur

7 Maret 2026 - 09:45 WIB

Trending di HEADLINE