Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Banjarbaru · 4 Apr 2026 15:14 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar


 Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Menghadapi potensi musim kemarau panjang, Perusahaan Daerah Air Minum PTAM Intan Banjar memastikan berbagai langkah strategis telah disiapkan guna menjaga distribusi air bersih tetap berjalan lancar bagi masyarakat.

Kasubbag Humas dan Hukum PT Air Minum Intan Banjar, Mahyuni, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga pelayanan publik agar tetap optimal meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari pemantauan intensif hingga penguatan infrastruktur distribusi air.

“Dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi, kami sebagai pengelola air bersih telah melakukan berbagai persiapan agar distribusi air ke masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Salah satu fokus utama adalah mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah lahan gambut yang dinilai paling rentan saat musim kemarau. Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian serius, terutama terhadap risiko kerusakan jaringan pipa distribusi.

“Kami secara intensif melakukan monitoring di lapangan. Petugas disiagakan untuk memastikan jaringan pipa tidak terdampak kebakaran lahan,” jelasnya.

Dari sisi sumber air, PTAM Intan Banjar memastikan tidak bergantung pada saluran irigasi yang rawan mengalami kekeringan. Untuk wilayah Banjarbaru dan sebagian Kabupaten Banjar, suplai air berasal dari sumber yang relatif aman, seperti Riam Kiwa.

Sementara itu, untuk wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Kertak Hanyar, distribusi air tetap mengandalkan sumber yang sama dengan pengelolaan yang disesuaikan.

“Alhamdulillah, selama ini kita tidak mengambil air dari irigasi, sehingga potensi dampak kemarau bisa diminimalisir,” tambahnya.

Meski demikian, pihak PTAM mengakui terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak apabila kemarau berlangsung cukup panjang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kawasan dengan jumlah pelanggan sekitar 30 ribu jiwa menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Diperkirakan ada sekitar 30 ribu pelanggan di wilayah rawan. Namun, kami berharap dampaknya tidak terlalu signifikan dan pelayanan tetap bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

PTAM Intan Banjar juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih, terutama selama musim kemarau, guna menjaga ketersediaan air tetap stabil.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BKMT Kotabaru Gelar Festival Sholawat Busyro, Sholawat Badar & Mars BKMT Semarakkan Pekan Muharram & Milad ke-45

18 Juli 2026 - 19:47 WIB

Melalui Apel Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Kotabaru Perkuat Budaya Kerja Aparatur

18 Juli 2026 - 19:44 WIB

Jelang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Pambakal Serentak, DPMD Banjar Gelar Rakor Mantapkan Persiapan

17 Juli 2026 - 20:16 WIB

Komisi III DPRD & Dinas PUPR Kalsel Tinjau Infrastruktur Air Bersih, IPA Mekarsari Siap Layani 4.000 Sambungan Rumah Mulai 2027

17 Juli 2026 - 20:12 WIB

Dorong Inovasi Pemuda Peduli Lingkungan, Dispora Kalsel Akan Gelar Pepelingasih 2026 di Akhir Juli

17 Juli 2026 - 20:08 WIB

Kasus Curanmor di Tungkaran, Polsek Martapura Ringkus Dua Pelaku Kurang dari 24 Jam

17 Juli 2026 - 20:04 WIB

Trending di HEADLINE