Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 6 Jul 2026 18:15 WIB

Bakesbangpol Kalsel Gandeng Dunia Pendidikan Hadapi Paham Radikalisme di Ruang Siber


 Bakesbangpol Kalsel Gandeng Dunia Pendidikan Hadapi Paham Radikalisme di Ruang Siber Perbesar

Ricek.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan (Bakesbangpol Kalsel) terus perkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Anti-Radikalisme bertema “Membentengi Gen-Z dari Propaganda Radikalisme di Ruang Siber” di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (6/7/2026).

Plt Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ronny Eka Saputra, dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kasubbid Penanganan Konflik Bidang Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kalsel, Israjudin, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten HSS, khususnya Bakesbangpol Kabupaten HSS, atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Selatan, atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang sangat strategis ini,” ujarnya.

Israjudin menegaskan perkembangan teknologi informasi telah membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan komunikasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, hoaks, hingga propaganda yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Generasi Z merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media digital. Oleh karena itu, mereka menjadi salah satu sasaran yang rentan terhadap berbagai bentuk pengaruh negatif apabila tidak memiliki kemampuan literasi digital, pemahaman kebangsaan, serta daya kritis dalam menyaring informasi yang diterima,” katanya.

Israjudin menekankan pencegahan radikalisme bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengajak para kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik agar menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, cinta tanah air, serta membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik agar tidak mudah terpengaruh propaganda yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Selain lingkungan sekolah, Israjudin menilai keluarga juga memegang peran penting dalam melakukan pendampingan terhadap aktivitas digital anak-anak. Pengawasan penggunaan media sosial dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah masuknya pengaruh paham radikal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bakesbangpol untuk terus memperkuat pencegahan radikalisme melalui pendidikan wawasan kebangsaan, penguatan moderasi beragama, peningkatan literasi digital, serta memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Komitmen tersebut juga sejalan dengan berbagai program edukasi anti-radikalisme yang terus digencarkan Bakesbangpol Kalsel bersama Densus 88 Antiteror Polri.

“Kami meyakini bahwa upaya pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi yang berkembang melalui ruang digital,” tegasnya.

Israjudin berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta membangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, inklusif, dan bebas dari penyebaran paham radikalisme.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Wali Kota Banjarbaru Siap Selaraskan Komando Mitigasi Kemarau Ekstrem Hadapi Ancaman Karhutla 2026

6 Juli 2026 - 18:30 WIB

Pemko & DPRD Banjarmasin Sepakati Perda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

6 Juli 2026 - 18:27 WIB

TP PKK Kabupaten Banjar Tingkatkan Kapasitas Kader Sekretariat, Latih Penyusunan Program & Anggaran Desa

6 Juli 2026 - 18:24 WIB

Pastikan Anak Bahagia Saat Sekolah Pertama, Bunda PAUD Banjar Tinjau Pelaksanaan MPLS

6 Juli 2026 - 18:21 WIB

Pemko Banjarbaru Tegaskan Komitmen Melayani Masyarakat & Jaga Kualitas Pelayanan Publik

6 Juli 2026 - 18:18 WIB

Ketua Kwarcab Pramuka Banjarmasin Apresiasi Atas Penunjukan Kota Seribu Sungai Jadi Tuan Rumah PERTIKARADA XIII Kalsel 2026

6 Juli 2026 - 18:06 WIB

Trending di Banjarmasin