Ricek.ID- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru menyoroti belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk sejak Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota provinsi.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, menegaskan bahwa capaian pembangunan yang positif harus diimbangi dengan kesiapan perencanaan tata ruang yang matang agar tidak menimbulkan persoalan di masa depan.
“IPM kita tertinggi, pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Namun di balik itu ada beberapa catatan yang menjadi pengingat bagi kita,” ujarnya usai Sidang Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Minggu (19/04/2026).
Menurut Emi, dalam kurun waktu sekitar empat tahun sejak penetapan sebagai ibu kota provinsi, Banjarbaru mengalami lonjakan jumlah penduduk yang cukup signifikan. Setiap tahun, jumlah penduduk bertambah hampir 7.000 jiwa.
Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kesiapan daya dukung kota, baik dari sisi infrastruktur maupun perencanaan tata ruang yang terarah.
“Setiap tahun jumlah penduduk terus bertambah. Ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan daya dukung kota,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, usai Sidang Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Minggu (19/04/2026).
Ia menilai, belum rampungnya RDTR menjadi persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan. Padahal, dokumen tersebut merupakan acuan utama dalam pengaturan pembangunan dan pemanfaatan ruang wilayah.
“Rencana detail tata ruang ini sangat penting sebagai dasar pembangunan. Namun hingga saat ini belum rampung, padahal RTRW sudah ditetapkan sejak 2023,” tegasnya.
Lebih lanjut, Emi juga mengingatkan bahwa dampak dari pertumbuhan penduduk mulai terlihat, salah satunya pada meningkatnya kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di Banjarbaru.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar mulai merancang pembangunan jalan alternatif sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
“Kepadatan lalu lintas sudah mulai terlihat, sehingga perlu dipikirkan pembangunan jalan alternatif sebagai bagian dari perencanaan ke depan,” tambahnya.
Ia berharap berbagai catatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi pada momentum Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih terarah, terencana, dan berkelanjutan.












