Ricek.ID – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Banjarbaru gelar Pesantren Kilat Lansia bertema “Terwujudnya Lansia yang Sehat, Bahagia, Berilmu serta Dekat dengan Allah SWT” di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu-Minggu (13-14/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 23 peserta lansia tersebut menjadi wadah pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kesehatan mental bagi para peserta dalam menghadapi masa lanjut usia.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Banjarbaru, Rita Khairina, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi berbagai persoalan yang kerap dihadapi para lansia, mulai dari masalah fisik, psikologis, sosial hingga ekonomi.
Menurutnya, masa lanjut usia seharusnya menjadi momentum untuk mempersiapkan diri meraih husnul khatimah dengan meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman agama.
“Kadang-kadang lansia ketika memasuki usia lanjut mengalami banyak beban psikologis, fisik, sosial dan ekonomi. Padahal sebagai umat beriman, masa-masa ini seharusnya menjadi waktu yang kita optimalkan untuk mengejar husnul khatimah. Karena itu kami ingin memberikan pendampingan dan pengetahuan agar mereka lebih siap menjalani usia senja,” ujarnya.
Rita menjelaskan selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental lansia. Untuk itu, panitia menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan jiwa guna memberikan pemahaman mengenai manajemen stres pada usia lanjut.
“Tadi kami menghadirkan dokter spesialis kejiwaan agar peserta memahami bagaimana mengelola stres, mengenali masalah psikologis yang sering dihadapi lansia, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” katanya.
Rita menyebut kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari kajian rutin yang selama ini dilaksanakan setiap Sabtu pagi di Masjid Hajah Nuriyah. Namun karena keterbatasan waktu dan banyaknya peserta dalam kajian rutin, pihaknya merasa perlu menghadirkan forum yang lebih intensif.
“Ini merupakan langkah awal yang kami coba. Harapannya nanti setelah dievaluasi dan melihat antusiasme peserta, kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan pada momen-momen tertentu seperti Tahun Baru Islam, Rajab maupun Ramadan,” jelasnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Manajemen Stres bagi Lansia serta kajian bertajuk Meraih Cinta-Nya di Usia Senja. Sementara pada hari kedua peserta akan mengikuti senam dan permainan ringan, materi Thaharah dan Sholat, serta Muhasabah Diri di Awal Tahun Baru Islam.
Selain itu, peserta juga dibekali berbagai kegiatan pendukung seperti dzikir pagi dan petang, perbaikan tata cara ibadah, serta pembiasaan amalan-amalan sunnah.
Rita berharap seluruh peserta memperoleh peningkatan kualitas keimanan dan semangat untuk terus memperbaiki amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami setelah mengikuti kegiatan ini, peserta merasa ter-upgrade, semakin termotivasi meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki sholat, memperbaiki thaharah, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” pungkasnya.













