Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

HEADLINE · 5 Jan 2026 14:44 WIB

Banjir Rendam Sekolah, Disdik Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh


 Banjir Rendam Sekolah, Disdik Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Perbesar

Ricek.IDMartapura– Sebanyak 210 satuan pendidikan di Kabupaten Banjar terdampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, jumlah tersebut terdiri atas 116 Sekolah Dasar (SD), 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj Liana Penny, menjelaskan bahwa banjir memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas dan lingkungan sekolah. Tercatat sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman, sementara 169 sekolah lainnya terendam air hingga memasuki ruang kelas, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, satuan pendidikan yang terdampak banjir untuk sementara waktu mengalihkan proses pembelajaran ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Liana Penny.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026, yang mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan yang terdampak bencana.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan dengan kondisi peserta didik serta satuan pendidikan. Proses pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai media, baik daring maupun luring, seperti WhatsApp, Google Classroom, modul belajar mandiri, maupun media lain yang memungkinkan.

Selain itu, satuan pendidikan diminta untuk melakukan penyesuaian kurikulum dengan memprioritaskan materi esensial, pemberian dukungan psikososial, serta edukasi mengenai kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana. Sementara itu, sekolah yang berada di wilayah tidak terdampak banjir tetap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebagaimana mestinya.

Disdik Kabupaten Banjar akan terus melakukan monitoring serta koordinasi dengan pengawas pembina dan pihak terkait. Pelaksanaan PTM akan kembali dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.

“Kami berharap dukungan dari orang tua serta seluruh pihak agar proses pembelajaran anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam situasi darurat,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Andi Rustianto Silaturahmi ke Fahri Hamzah, Minta Nasihat tentang Arah Gerakan Kepemudaan

15 Mei 2026 - 18:33 WIB

Satgas BBM Kalsel Sidak Sejumlah SPBU, Belum Temukan Indikasi Penyelewengan

14 Mei 2026 - 16:01 WIB

Jaga Kedaulatan Rupiah, Polri & BI Musnahkan Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu

13 Mei 2026 - 21:15 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel

13 Mei 2026 - 14:15 WIB

Sambangi SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, Wali Kota Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah

12 Mei 2026 - 19:42 WIB

Wali Kota Banjarmasin Resmi Membuka FLS3N Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kota

12 Mei 2026 - 19:16 WIB

Trending di Banjarmasin