Ricek.ID – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) perkenalkan inovasi Early Warning System (EWS) Kawal Inflasi dalam kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalsel di Hotel Sari Pacific, Jakarta pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Peran BUMD Pangan dan Optimalisasi Neraca Pangan Daerah” serta diikuti 53 peserta dari Pemerintah Provinsi Kalsel dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan kegiatan capacity building menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi melalui kolaborasi lintas sektor.
“Pada hari ini Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building TPID Kalimantan Selatan. Selain menghadirkan berbagai narasumber yang membahas BUMD pangan dan pengendalian inflasi, Biro Perekonomian juga memperkenalkan inovasi EWS Kawal Inflasi,” ujarnya.
Menurut Eddy, EWS Kawal Inflasi dikembangkan untuk memberikan informasi dan peringatan dini mengenai kondisi inflasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah.
“EWS ini penting diketahui, terutama oleh para pengambil kebijakan yang juga menjadi peserta kegiatan ini, mulai dari unsur Biro Perekonomian, dinas pertanian, dinas perdagangan, hingga perangkat daerah lainnya dari kabupaten dan kota,” jelasnya.
Eddy menambahkan sistem tersebut merupakan bentuk transformasi digital dalam mendukung pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.
“EWS hadir sebagai salah satu solusi dalam pendeteksian dini inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan secara digital. Sistem ini kami kembangkan bersama Badan Pusat Statistik dan saat ini telah diluncurkan sehingga dapat diakses melalui laman kawalinflasi.kalselprov.go.id,” katanya.
Kegiatan Capacity Building menghadirkan narasumber dari Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, serta Perumda Pasar Banjarmasin. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan peran BUMD pangan, optimalisasi neraca pangan daerah, serta strategi pengendalian inflasi melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sebanyak 53 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari Pemerintah Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Tapin, Tanah Bumbu, Tabalong, Kotabaru, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, dan Banjar.
Peserta berasal dari perangkat daerah yang menangani bidang perekonomian, pertanian, ketahanan pangan, perdagangan, hingga BUMD pangan, sehingga diharapkan mampu memperkuat koordinasi pengendalian inflasi secara terpadu di Kalimantan Selatan.
Sumber : MC Kalsel












