45 peserta ikuti Sosialisasi Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, di Aula Barakat Martapura, Senin (19/8/2024) pagi.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banjar Warsita mengatakan, sosialisasi menghadirkan stakeholder untuk menyusun nilai indeks ketahanan daerah. Dalam penilaian tersebut ada 71 indikator yang melekat di SKPD dan instansi.
“Dengan penyusunan IKD ini, kita dapat bekerjasama dengan stakeholder terkait yang diharapkan bisa melakukan penurunan bencana di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Kabupaten Banjar, lanjut Warsita, sudah menetapkan status siaga bencana karhutla sejak 25 Juli sampai 31 Oktober 2024. Walaupun begitu, ia menjelaskan bahwa target angka IKD tahun sebelumnya 0,61 sudah terpenuhi.
“Jadi misi kita saat ini setidaknya harus mempertahankan indeks tersebut,” ungkap Warsita.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, Abdullah Fahtar mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman berbagai pihak, tentang pentingnya penilaian ketahanan daerah terhadap bencana.
“Sosialisasi ini memberikan informasi mendalam cara penilaian IKD, membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan daerah dalam menghadapi risiko bencana,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif dari semua stakeholder dalam upaya memperkuat ketahanan daerah.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor
