Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 21 Jul 2026 18:40 WIB

BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara


 BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Juli 2026.

Penanganan terus dioptimalkan melalui operasi darat dan udara guna menekan dampak kebakaran, khususnya di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru pada Selasa (21/7/2026) mengatakan berdasarkan data hingga 20 Juli 2026, luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalsel.

“Hingga 20 Juli 2026 terdapat 157 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terdampak sekitar 459,68 hektare dengan total 3.010 hotspot yang terpantau,” ujarnya.

Ronny menjelaskan, dari seluruh kejadian tersebut terdapat sekitar 0,2 hektare kawasan hutan yang terdampak kebakaran di wilayah Banjarbaru. Sementara itu, tim gabungan telah melakukan penanganan di area yang luasnya mencapai sekitar 46,30 hektare melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian.

Ronny juga mengungkapkan pada Sabtu (18/7/2026) yang lalu terjadi beberapa kebakaran hutan dan lahan hingga malam hari di kawasan selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi.

“Sabtu kemarin memang terjadi beberapa kebakaran di area selatan bandara yang menyebabkan kabut asap cukup tebal pada Senin pagi. Kami langsung melaksanakan operasi water bombing, sehingga pada hari ini, Selasa, asap pekat sudah mulai berkurang,” katanya.

Menurut Ronny, operasi udara menggunakan helikopter water bombing memiliki keterbatasan waktu karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 demi menjaga aspek keselamatan penerbangan.

“Operasi udara hanya dimungkinkan sampai pukul 18.00. Apabila titik api belum berhasil dipadamkan, maka operasi tetap dilanjutkan melalui jalur darat. Heli water bombing tidak diperbolehkan beroperasi pada malam hari karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” jelasnya.

BPBD Kalsel bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait terus meningkatkan koordinasi dalam penanganan karhutla agar penyebaran api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan dapat diminimalkan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Satpol PP Kotabaru Benahi Administrasi Satlinmas, Siapkan Lomba Poskamling

26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Polres Tanah Laut Gelar Operasi Patuh Intan 2026, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas

26 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Pemko Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

25 Oktober 2026 - 20:26 WIB

PM2.5 Tembus 501,7 Udara Kalsel Berbahaya, Mitigasi Super El Nino Disorot

25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Peduli Dampak Asap, RSGM Gusti Hasan Aman Bagikan Masker kepada Pengunjung CFD

25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Tempati Peringkat Lima Nasional, Kalsel Sabet Lima Medali di Kejurnas Gateball 2026

25 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di ADVERTORIAL