Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

NASIONAL · 12 Mei 2026 19:11 WIB

Cetak Atlet Masa Depan, Menpora Buka TOT Penggerak Olahraga Disabilitas


 Cetak Atlet Masa Depan, Menpora Buka TOT Penggerak Olahraga Disabilitas Perbesar

Ricek.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir resmi membuka program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” di Indonesia Paralympic Training Center, Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026).

Program yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia itu diikuti 200 peserta dari 29 daerah di Indonesia.

Menpora Erick mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem olahraga disabilitas yang lebih kuat dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga disabilitas di daerah.

“Alhamdulillah hari ini salah satu program unggulan Kemenpora telah dimulai. Ini hasil sumbangsih pikiran dari kami dengan pihak NPC,” ujar Erick.

Menurutnya, pembangunan prestasi atlet disabilitas tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang memahami pola pembinaan olahraga adaptif secara profesional.

“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet. Karena itu kami mencoba mensertifikasi para trainer agar ketika kembali ke daerah memiliki kualifikasi yang diakui,” jelasnya.

Program TOT Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” disusun melalui kolaborasi antara Kemenpora, NPC Indonesia, para pakar olahraga, serta Chef de Mission Asian Para Games 2026.

Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelatih dan penggerak olahraga disabilitas yang kompeten sekaligus membuka ruang pembinaan atlet disabilitas secara lebih merata di seluruh daerah.

Erick Thohir menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan perhatian terhadap penyandang disabilitas, termasuk dalam pembinaan atlet hingga masa purna karier mereka.

“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi setelah selesai hanya diberikan ucapan terima kasih saja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun menyambut baik program tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu terobosan penting dalam pembinaan olahraga disabilitas nasional.

“Saya rasa ini salah satu karya Kemenpora yang luar biasa dan baru pertama kali ada program seperti ini,” ujarnya.

Senny menilai langkah yang dilakukan Menpora Erick menunjukkan adanya fondasi pembinaan olahraga yang lebih kuat dan inklusif.

Dukungan juga disampaikan Chef de Mission Asian Para Games 2026, Reda Manthovani yang menilai program TOT dapat terintegrasi dengan sistem pembinaan atlet disabilitas nasional.

Menurut Reda, NPC Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan sistem database “Jaga Inklusi Juara” serta program “Mendobrak Batas” guna menjaring calon atlet potensial dari berbagai daerah.

“Semoga program TOT dari Kemenpora ini dapat terhubung dengan program-program di NPC Indonesia sehingga pembinaan atlet disabilitas berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program penguatan olahraga disabilitas tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui bidang olahraga dan prestasi.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah Dorong Kelanjutan Program Ketenagakerjaan & Insentif Ekonomi pada 2027

30 September 2026 - 20:49 WIB

Presiden Prabowo Pastikan Efisiensi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat

30 September 2026 - 20:47 WIB

UU APBN 2027 Disahkan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4.106,3 Triliun

29 September 2026 - 20:32 WIB

Menkomdigi Dorong SP4N-LAPOR! Jadi Sumber Perbaikan Kebijakan Publik

29 September 2026 - 20:29 WIB

Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas & Pasien Dilayani Tanpa Dibeda-bedakan

29 September 2026 - 20:27 WIB

Bahas Penguatan BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun

29 September 2026 - 20:25 WIB

Trending di KESEHATAN