Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Kotabaru · 7 Jan 2025 12:24 WIB

Disdikbud Kotabaru Siap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis


 Disdikbud Kotabaru Siap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

Riceknews.Id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru, melalui Sekretaris Disdikbud, Taufikurrahman, menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis sesuai arahan Presiden RI akan segera diterapkan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

“Anggaran untuk program ini sebenarnya sudah disiapkan melalui APBD. Kami sempat mengalokasikan Rp20 ribu per siswa. Namun, arahan dari kementerian pusat menetapkan bahwa anggaran makan bergizi gratis hanya Rp10 ribu per siswa,” ungkap Taufikurrahman, Selasa (7/1/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti juknis yang ditetapkan. “Alhamdulillah, kami mampu menganggarkan hingga Rp20 ribu. Namun, sesuai juknis, anggaran yang akan digunakan adalah Rp10 ribu per siswa,” tambahnya.

Program makan bergizi gratis ini akan mencakup peserta didik mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat. “Kami siap melaksanakan program ini setelah juknis diterbitkan,” ujarnya.

Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kotabaru

Selain program makan bergizi gratis, Taufikurrahman juga menjelaskan upaya Disdikbud Kotabaru dalam menangani anak tidak sekolah (ATS).

Berdasarkan data kementerian pada 2024, terdapat sekitar 10 ribu anak tidak sekolah di Kotabaru. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi, jumlah tersebut berhasil diturunkan menjadi 8 ribu anak.

“Kabupaten Kotabaru berada di peringkat kedua dengan jumlah anak tidak sekolah terbanyak di Kalimantan Selatan, setelah Kabupaten Banjar,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa anak tidak sekolah disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bekerja, melanjutkan pendidikan ke pesantren, tidak terdeteksi dalam sistem, hingga keterbatasan akses untuk anak berkebutuhan khusus.

“Beragam alasan inilah yang menyebabkan mereka tidak sekolah. Kami berupaya menanganinya melalui program-program dari kementerian pusat serta inisiatif daerah, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik,” jelasnya.

Dari sisi fisik, program yang dilakukan meliputi pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Sedangkan secara nonfisik, Disdikbud berfokus pada pelatihan peningkatan mutu guru, pengembangan minat, bakat, dan kreativitas siswa.

“Kami terus berupaya memastikan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh anak di Kotabaru,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BKMT Kotabaru Gelar Festival Sholawat Busyro, Sholawat Badar & Mars BKMT Semarakkan Pekan Muharram & Milad ke-45

18 Juli 2026 - 19:47 WIB

Melalui Apel Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Kotabaru Perkuat Budaya Kerja Aparatur

18 Juli 2026 - 19:44 WIB

Operasi SAR Ditutup Usai Bocah yang Diduga Disambar Buaya di Kotabaru Ditemukan Meninggal

16 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemkab Kotabaru Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Apel Pasukan Kesiapsiagaan Satpol-PP & Damkar Se-Kalsel

15 Juli 2026 - 18:03 WIB

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Anak Diduga Diterkam Buaya di Sungai Kupang

15 Juli 2026 - 05:16 WIB

Wakil Bupati Kotabaru Lantik Pejabat Administrator & Pengawas di Lingkup Pemkab Kotabaru

14 Juli 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL