Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

ADVERTORIAL · 25 Sep 2026 06:02 WIB

Diskop UKM Kalsel Dorong Inkubator UMKM untuk Naik Kelas


 Diskop UKM Kalsel Dorong Inkubator UMKM untuk Naik Kelas Perbesar

Ricek.ID – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Selatan (Diskop UKM Kalsel) mendorong penguatan inkubator usaha sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Diskop UKM Kalsel Rahmaddin MY menyampaikan hal tersebut dalam Workshop Fasilitasi Inkubator UMKM di Banjarbaru pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan usaha.

Rahmaddin menjelaskan, penguatan UMKM menjadi penting karena jumlah UMKM di Kalsel mencapai 518.542 unit berdasarkan data per 31 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 516.006 merupakan usaha mikro, 2.199 usaha kecil, dan 337 usaha menengah.

Menurutnya, berbagai tantangan masih dihadapi UMKM, mulai dari legalitas dan perizinan, akses permodalan, pemasaran, kualitas sumber daya manusia, bahan baku, hingga mutu dan kualitas produk. Karena itu, diperlukan pendampingan yang dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Inkubator menjadi salah satu sarana untuk membantu UMKM mengembangkan usahanya, sehingga tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas dan daya saing,” katanya.

Rahmaddin menjelaskan, fasilitasi inkubator UMKM memiliki tujuan membekali pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan usaha. Selain itu, inkubator diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang lebih kuat melalui pendampingan dan kurasi.

Pendampingan tersebut dapat mencakup manajemen usaha, perizinan berusaha, digitalisasi serta berbagai keterampilan teknis lainnya. Langkah ini diarahkan untuk membantu mewujudkan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Rahmaddin menambahkan, pengembangan inkubator juga memiliki dasar regulasi dalam PP Nomor 7 Tahun 2021. Inkubasi merupakan proses pembinaan, pendampingan dan pengembangan usaha oleh lembaga inkubator kepada para pesertanya. Sementara lembaga inkubator menyediakan fasilitas serta pengembangan usaha, baik dari aspek manajemen maupun teknologi.

Dalam pelaksanaannya, layanan inkubator dapat mencakup aspek produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan manajemen, pembiayaan, serta teknologi dan desain. Penyelenggara inkubator juga dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

Rahmaddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, organisasi nirlaba dan pihak lainnya. Pemerintah dapat berperan melalui kebijakan, pemberdayaan dan perlindungan, sementara pihak swasta dapat mendukung akses marketplace dan pihak lainnya membantu percepatan digitalisasi serta efisiensi distribusi produk UMKM.

Saat ini, berdasarkan materi Diskop UKM Kalsel, terdapat 12 lembaga inkubator di Provinsi Kalsel. Penyelenggaraan inkubasi berlangsung selama satu tahun dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi selama dua tahun, dengan jumlah peserta kegiatan inkubasi minimal 20 orang per tahun.

“Melalui penguatan inkubator dan kolaborasi lintas sektor, kita berharap semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, memanfaatkan teknologi dan pada akhirnya naik kelas,” ujar Rahmaddin.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Naikkan TPP ASN Pemprov Kalsel hingga 98 Persen, Gubernur Dorong Peningkatan Kinerja

3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Hadapi Karhutla, Satpol PP & Damkar Kalsel Perkuat Patroli & Pengamanan Ring 1 Bandara

3 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan & Jejak Budaya Banjar, Benih Siam Madu Murakata Kalsel Dibawa ke Papua

3 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Kecamatan O’o’u Kabupaten Nias Selatan Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Penduduk Terendam

3 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Padamkan Titik Api Karhutla, Gubernur Kalsel Kerahkan Ekskavator & Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

2 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Dorong Budidaya Ikan Terintegrasi, DKPP Banjar Luncurkan Papuyu Smart

2 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Trending di ADVERTORIAL