Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

DPRD · 4 Mar 2026 20:28 WIB

DPRD Kotabaru Soroti Lonjakan Harga Tiket Pesawat, Minta Solusi Segera


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Kotabaru, Ricek.ID – Lonjakan harga tiket pesawat rute Kotabaru–Banjarmasin yang mencapai Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta menuai sorotan dari DPRD Kotabaru. Komisi II menilai kondisi tersebut membebani masyarakat dan berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan penerbangan di daerah.

Menyikapi hal itu, Komisi II DPRD Kotabaru menggelar rapat kerja (raker) darurat dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Diskominfo, pengelola Bandara Gusti Sjamsir Alam, serta perwakilan Wings Air (Lion Group), Senin (2/3/2026).

Wakil Ketua Komisi II, Suhartono, menegaskan bahwa tingginya tarif menjadi penyebab utama menurunnya minat masyarakat menggunakan transportasi udara.

“Jika kondisi ini dibiarkan, stabilitas jadwal penerbangan ke depan akan terganggu karena penumpang merasa terbebani secara ekonomi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi II, Abu Suwandi. Ia mengingatkan adanya potensi efek domino apabila jumlah penumpang terus menurun, seperti pengurangan frekuensi penerbangan hingga penghentian layanan.

“Bandara sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah. Kami juga menyoroti seringnya pembatalan penerbangan mendadak yang merugikan masyarakat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan tarif ditentukan oleh manajemen pusat. Pihaknya di daerah hanya bertugas melaporkan perkembangan jumlah penumpang.

Ia mengakui, pada Februari lalu beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan karena rendahnya tingkat keterisian penumpang, bahkan kurang dari 10 orang. Namun, menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, tren penumpang mulai menunjukkan peningkatan.

Sementara itu, pihak Bandara Gusti Sjamsir Alam menyampaikan bahwa pengawasan maskapai berada di bawah Otoritas Bandara Wilayah Surabaya dan Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Meski demikian, pihak bandara tetap berkomitmen melaporkan data operasional secara berkala, termasuk kepatuhan terhadap tarif batas atas dan bawah.

DPRD Kotabaru pun mendesak agar operasional rute penerbangan tetap berjalan optimal, khususnya menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran. Masyarakat berharap adanya solusi konkret agar transportasi udara tetap terjangkau dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

18 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel

16 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Pemkab Kotabaru Sosialisasikan Permen PUPR No 1 Tahun 2023, Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan Jasa Konstruksi

15 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gerai Ikan Murah Diserbu Warga, Dinas Perikanan Kotabaru Dorong Gemar Makan Ikan

15 Oktober 2026 - 13:10 WIB

BTS Trans Saijaan Berhenti Beroperasi, Organda dan Sopir Minta Kepastian

12 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Politeknik Kotabaru Wisuda 79 Lulusan, Siap Hadapi Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Trending di ADVERTORIAL