Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DPRD · 4 Mar 2026 20:28 WIB

DPRD Kotabaru Soroti Lonjakan Harga Tiket Pesawat, Minta Solusi Segera


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Kotabaru, Ricek.ID – Lonjakan harga tiket pesawat rute Kotabaru–Banjarmasin yang mencapai Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta menuai sorotan dari DPRD Kotabaru. Komisi II menilai kondisi tersebut membebani masyarakat dan berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan penerbangan di daerah.

Menyikapi hal itu, Komisi II DPRD Kotabaru menggelar rapat kerja (raker) darurat dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Diskominfo, pengelola Bandara Gusti Sjamsir Alam, serta perwakilan Wings Air (Lion Group), Senin (2/3/2026).

Wakil Ketua Komisi II, Suhartono, menegaskan bahwa tingginya tarif menjadi penyebab utama menurunnya minat masyarakat menggunakan transportasi udara.

“Jika kondisi ini dibiarkan, stabilitas jadwal penerbangan ke depan akan terganggu karena penumpang merasa terbebani secara ekonomi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi II, Abu Suwandi. Ia mengingatkan adanya potensi efek domino apabila jumlah penumpang terus menurun, seperti pengurangan frekuensi penerbangan hingga penghentian layanan.

“Bandara sangat vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah. Kami juga menyoroti seringnya pembatalan penerbangan mendadak yang merugikan masyarakat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan tarif ditentukan oleh manajemen pusat. Pihaknya di daerah hanya bertugas melaporkan perkembangan jumlah penumpang.

Ia mengakui, pada Februari lalu beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan karena rendahnya tingkat keterisian penumpang, bahkan kurang dari 10 orang. Namun, menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, tren penumpang mulai menunjukkan peningkatan.

Sementara itu, pihak Bandara Gusti Sjamsir Alam menyampaikan bahwa pengawasan maskapai berada di bawah Otoritas Bandara Wilayah Surabaya dan Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Meski demikian, pihak bandara tetap berkomitmen melaporkan data operasional secara berkala, termasuk kepatuhan terhadap tarif batas atas dan bawah.

DPRD Kotabaru pun mendesak agar operasional rute penerbangan tetap berjalan optimal, khususnya menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran. Masyarakat berharap adanya solusi konkret agar transportasi udara tetap terjangkau dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BKMT Kotabaru Gelar Festival Sholawat Busyro, Sholawat Badar & Mars BKMT Semarakkan Pekan Muharram & Milad ke-45

18 Juli 2026 - 19:47 WIB

Melalui Apel Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Kotabaru Perkuat Budaya Kerja Aparatur

18 Juli 2026 - 19:44 WIB

Operasi SAR Ditutup Usai Bocah yang Diduga Disambar Buaya di Kotabaru Ditemukan Meninggal

16 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemkab Kotabaru Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Apel Pasukan Kesiapsiagaan Satpol-PP & Damkar Se-Kalsel

15 Juli 2026 - 18:03 WIB

DPRD Kabupaten Banjar Terima Pertanggungjawaban APBD 2025 & Setujui Empat Raperda

15 Juli 2026 - 05:19 WIB

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Anak Diduga Diterkam Buaya di Sungai Kupang

15 Juli 2026 - 05:16 WIB

Trending di DAERAH