Penemuan mayat dengan kondisi tergantung dalam rumah gegerkan warga Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (27/8/2024) siang.

Korban warga setempat berinisial R (31) diduga tewas bunuh diri (bundir). Kesehariannya bekerja di Bank Sampah.

Di rumah itu, korban hanya tinggal berdua dengan kaka kandungnya bernama Masrifah (48), sekaligus orang pertama yang menemukan adiknya tewas.

Kronologisnya, ketika Masrifah pulang bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Martapura sekira jam 11.00 Wita. Adapun adiknya memang selalu pulang lebih awal.

“Sampai rumah pintu terkunci dari dalam, saya lantas mengetuk pintu sampai menggedor, tapi tidak ada sahutan,” kata Masrifah saat di ruang jezanah RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Saat itu, ia hanya menyangka adiknya sedang tidur pulas. Namun, hari itu ada yang beda dari biasanya, yaitu sepatu bekerja adiknya tidak dicuci dan dirapikan.

“Karena saya juga kelelahan usai bekerja, saya memilih tidur dulu di teras rumah sambil menunggu pintu dibuka,” tuturnya.

Selepas zuhur, Masrifah bangun. Mengetahui pintu rumah masih terkunci ia merasa ada janggal.

“Saya langsung menuju belakang rumah, membuka paksa jendela kamar adik saya,” ungkapnya.

Berhasil membuka paksa jendela, alangkah terkejutnya Masrifah melihat adiknya sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saat itu saya langsung teriak histeris minta tolong,” kata Masrifah.

Jauh ke belakang, korban diduga mengalami peristiwa traumatis. Masrifah bercerita, 6 tahun silam adiknya menjadi korban perundungan oleh tetangga.

“Adik saya dipukuli dan dibully tetangga. Mereka satu keluarga memukuli adik saya,” kata Masrifah.

Setelah kejadian itu, ia bersama adiknya pindah rumah ke RT sebelah, masih satu desa. Meski sudah 6 tahun pindah rumah adiknya masih merasa kena teror oleh pelaku.

“Sampai pagi terakhir tadi, adik saya masih curhat tentang perasaan cemasnya,” ungkapnya.

Masrifah menuturkan, adiknya sempat bergumam bahwa ingin menginggal secara baik – baik.

“Ternyata adik saya mengakhir hidupnya seperti ini,” ucap Masrifah.

Di sisi lain, Masrifah, juga enggan adiknya diautopsi, sehingga usai visum luar di ruang jenazah, korban langsung dibawa ke rumah duka.

Sementara, Kasi Humas Polres Banjar AKP Suwarji menerangkan, berdasar pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Dokter Ahya Ramadhana, bahwa indikasi kuat korban tewas akibat gantung diri.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Share.
Leave A Reply Cancel Reply
Exit mobile version