Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 18 Okt 2026 20:34 WIB

Evaluasi Penanganan Karhutla, BPBD Kalsel Nilai Wilayah Sarkawi Relatif Aman


 Evaluasi Penanganan Karhutla, BPBD Kalsel Nilai Wilayah Sarkawi Relatif Aman Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mengevaluasi pelaksanaan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan unsur pemerintah, perusahaan swasta, hingga Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta. Evaluasi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai kondisi di lapangan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan evaluasi tersebut dilaksanakan dalam rapat bersama sejumlah perangkat daerah di Aula BPBD Kalsel, Banjarbaru pada Jumat (16/10/2026).

Menurut Ronny, pelibatan unsur swasta dari sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta elemen lainnya telah berjalan selama sepekan. Kegiatan tersebut dimulai pada Minggu lalu dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (17/10/2026).

“Hari ini kami melaksanakan rapat evaluasi. Artinya, kegiatan pelibatan unsur swasta, baik dari sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, maupun unsur lainnya, termasuk BPK swasta, sudah berjalan selama seminggu,” ujarnya.

Ronny menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi sementara, wilayah jalan Gubernur Syarkawi saat ini relatif aman sehingga operasi penanganan karhutla di kawasan tersebut berpeluang diakhiri pada Sabtu.

“Wilayah Syarkawi memang sudah relatif cukup aman. Insyaallah, mungkin besok menjadi hari terakhir operasi di sana,” katanya.

Meski demikian, Ronny menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan. Personel maupun dukungan penanganan berpotensi dialihkan ke titik lain yang masih membutuhkan penanganan.

“Ke depannya nanti mungkin akan bergeser ke titik-titik lainnya, tetapi tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan,” jelasnya.

Melalui evaluasi ini, BPBD Kalsel mengoordinasikan pelaksanaan penanganan karhutla bersama perangkat daerah dan unsur pendukung lainnya agar upaya pengendalian dapat disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah.

Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Kalimantan Selatan, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait sesuai undangan BPBD Kalsel tertanggal 15 Oktober 2026.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL