Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) mengapresiasi keterlibatan sektor usaha dari bidang pertambangan, kehutanan, dan perkebunan dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, usai mengikuti Apel Penanganan Karhutla di Pos Lapangan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar pada Minggu (11/10/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq.
Ronny mengatakan, keterlibatan dunia usaha menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
“Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari sektor usaha, baik pertambangan, kehutanan, maupun perkebunan. Keterlibatan tiga sektor tersebut membantu kita dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ronny menjelaskan, penanganan tahap awal difokuskan di wilayah Sarkawi. Upaya tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan sebelum dukungan personel dan sumber daya dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

“Insyaallah, apabila penanganan di lokasi awal ini berjalan baik dalam satu minggu, kita akan bergeser ke titik-titik lain yang dianggap perlu mendapatkan penanganan lebih cepat,” jelasnya.
Ronny juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, yang telah menggerakkan unsur sektor swasta untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menangani karhutla.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih terarah, dengan dukungan sumber daya yang tersedia di masing-masing sektor.
Terkait perkembangan sebaran karhutla, Ronny menyebutkan bahwa tren pergerakan penanganan saat ini mengarah ke wilayah barat, meliputi Gambut, Pematang, dan Handil Bakti.
Sementara itu, kondisi di sekitar kawasan bandara dinilai relatif terkendali berdasarkan pemantauan yang dilakukan. Meski demikian, upaya penanganan tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
BPBD Kalsel berharap sinergi antara pemerintah dan sektor usaha dapat terus diperkuat sehingga penanganan karhutla di berbagai wilayah dapat berjalan efektif, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran yang berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sumber : MC Kalsel















