Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

ADVERTORIAL · 17 Sep 2026 21:26 WIB

Gandeng Perbankan, Disperkim Kalsel Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana


 Gandeng Perbankan, Disperkim Kalsel Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana Perbesar

Ricek.ID – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan (Disperkim Kalsel) mulai mencari skema pembiayaan rumah yang lebih fleksibel bagi masyarakat korban bencana maupun warga yang terdampak relokasi program pemerintah.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi dan Fasilitasi Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Korban Bencana atau Terkena Relokasi Program Provinsi di Aula Kantor Disperkim Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (17/9/2026).

Kepala Disperkim Kalsel, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, mengatakan pembahasan ini menyasar persoalan yang lebih spesifik dibandingkan dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

“Kalau RP3KP kita bicara makro, urusan perumahan dan kawasan permukiman. Kalau identifikasi pembiayaan untuk korban bencana dan rencana relokasi, ini bicara lebih mikro,” ujarnya.

Menurut Rahmiyanti, pemerintah ingin menyediakan alternatif mekanisme pembiayaan bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana, termasuk masyarakat yang harus direlokasi.

Selama ini, skema pembiayaan perumahan yang tersedia lebih banyak menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara kebutuhan korban bencana memiliki karakteristik berbeda dan tidak selalu dapat ditangani hanya melalui bantuan pemerintah.

Rahmiyanti menjelaskan, dukungan anggaran pemerintah untuk penanganan rumah terdampak bencana rata-rata sekitar Rp20 juta per unit. Nilai tersebut lebih bersifat stimulan sehingga belum tentu mencukupi untuk rumah yang mengalami kerusakan lebih berat.

“Kalau kerusakannya lebih besar dari itu, tidak bisa dengan uang Rp20 juta. Mungkin masyarakat korban bencana ini perlu bantuan pinjaman dari pihak perbankan. Kita perlu carikan solusinya, bagaimana mekanismenya,” jelasnya.

Karena itu, FGD juga membahas kemungkinan menghadirkan skema kredit dengan beban pembiayaan yang lebih ringan. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemanfaatan mekanisme pembiayaan MBR dengan kemungkinan suku bunga yang lebih rendah bagi korban bencana.

“Kalau bisa dipakai dengan MBR, tetapi kalau kita bisa lebih rendah lagi daripada MBR, itu akan lebih membantu masyarakat yang menjadi korban bencana,” katanya.

Dalam FGD tersebut, Disperkim Kalsel turut melibatkan pihak perbankan, di antaranya BNI, BTN, dan Bank Kalsel. Keterlibatan perbankan diperlukan untuk melihat kemungkinan skema pembiayaan dari sisi penyedia kredit sekaligus memastikan mekanisme yang dirancang dapat diterapkan.

Rahmiyanti menilai, pemerintah sebagai calon pengguna tentu menginginkan skema yang paling ideal bagi masyarakat. Namun, perbankan juga memiliki pertimbangan tersendiri karena pembiayaan tetap berkaitan dengan aspek usaha dan keberlanjutan lembaga keuangan.

“Kalau kita pihak pengguna, calon user, pasti bicaranya yang ideal. Kalau perbankan, dia melihat pinjaman dari sisi perbankannya juga, bagaimana keuntungan bagi perbankan,” ujarnya.

Melalui pembahasan lintas pihak tersebut, Disperkim Kalsel ingin menemukan titik temu antara kebutuhan korban bencana dengan kemampuan dan ketentuan pembiayaan perbankan, sehingga kebutuhan rumah masyarakat terdampak tidak hanya bergantung pada keterbatasan anggaran pemerintah.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perempuan Kota Banjarbaru Ikut Ambil Peran Hadapi Karhutla

28 September 2026 - 20:52 WIB

Jadi Ajang Penjaringan Atlet Muda, Sekda Buka Kejurda Pelajar Banjar 2026

28 September 2026 - 20:50 WIB

Warga Pingaran Ulu Terdampak Puting Beliung, Wabup Banjar Hadir Serahkan Bantuan

28 September 2026 - 20:47 WIB

Spiderman DPKP Kalsel Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Palam Banjarbaru

28 September 2026 - 20:44 WIB

Sambangi SMAN 3 Banjarbaru, Disdukcapil Kalsel Perkuat Layanan Jemput Bola Perekaman KTP-el bagi Pelajar

28 September 2026 - 20:42 WIB

Pemprov Kalsel Apresiasi Dedikasi Prof. Hafiz Anshary untuk Banua

28 September 2026 - 20:39 WIB

Trending di ADVERTORIAL