Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Banjarbaru · 4 Agu 2026 18:05 WIB

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemko Banjarbaru Gelar Apel Siaga Bencana 2026 Perkuat Kesiapsiagaan


 Hadapi Ancaman Karhutla, Pemko Banjarbaru Gelar Apel Siaga Bencana 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Kota Banjarbaru Tahun 2026 di Lapangan dr. Murdjani Kota Banjarbaru pada Selasa (4/8/2026).

Apel yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda)Kota Banjarbaru, Sirajoni, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait ini menjadi langkah memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla dan kekeringan selama musim kemarau.

Dalam amanat Wali Kota Banjarbaru yang dibacakan Sekda, disampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, peran aktif seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” ujar Sirajoni.

Pemko Banjarbaru juga telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla serta kekeringan Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif. Dengan status tersebut, seluruh sumber daya, personel, peralatan, dan mekanisme penanganan diharapkan dapat digerakkan secara cepat, terpadu, dan efektif apabila diperlukan.

Sirajoni menekankan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan, di antaranya meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan pemantauan secara berkala, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta memastikan setiap informasi mengenai titik api segera ditindaklanjuti.

“Jangan menunggu kebakaran membesar baru kita bergerak,” tegasnya.

Sekda juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengendalian bencana.

Sirajoni mengajak seluruh unsur untuk memperkuat gotong royong dan kerja sama dalam menghadapi bencana. Dengan koordinasi yang baik, komunikasi efektif, serta dukungan masyarakat, Banjarbaru diharapkan mampu menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan tangguh.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL