Martapura, Ricek.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebangkitan semangat pemuda untuk aktif membangun daerah dan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Banjar, Rahmat Saleh, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.
“Hari ini adalah momentum kita bersama. Pemuda harus selalu berada di garda terdepan mendukung pemerintah daerah. Semangat kolaborasi itu terlihat dari banyaknya pemuda yang hadir,” ujar Rahmat Saleh.
Penghargaan dan Komitmen KNPI
Dalam kegiatan tersebut, KNPI Banjar memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh lintas agama, sosial, politik, dan budaya yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan serta kemajuan daerah.
Rahmat menegaskan, penghargaan ini menjadi simbol kolaborasi antar elemen masyarakat. “Ke depan, KNPI tidak hanya menjadi pelengkap, tapi pencipta sejarah untuk Banjar yang lebih maju, mandiri, dan agamis,” tegasnya.
Ia menambahkan, KNPI akan terus menjadi support system bagi pemerintah daerah, namun tetap mengambil peran sebagai penyeimbang dan pengkritik yang konstruktif serta akademis.
“Pemuda jangan hanya rebahan. Harus aktif, peduli, dan peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” imbuh Rahmat.
Pemuda Banjar Ibarat Intan yang Belum Dipoles
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai Sumpah Pemuda merupakan tonggak kebangkitan semangat juang anak muda di era modern.
“Pemuda harus memiliki pemikiran kritis dan tindakan nyata agar bisa memberi kontribusi. Momentum 28 Oktober ini harus dijadikan tonggak kebangkitan untuk mewujudkan Indonesia yang besar,” ucap Ali.
Ia menyoroti bahwa banyak potensi pemuda Banjar yang belum terangkat, diibaratkan “mutiara-mutiara Banjar yang belum terangkat, intan yang masih di dalam tanah, belum dipoles”.
Menurutnya, hambatan utama pemuda untuk berkembang adalah kurangnya kepercayaan diri dan minimnya dukungan dari lingkungan.
“Salah satu faktor utama adalah kepercayaan diri. Banyak anak muda punya ide luar biasa, tapi ragu melangkah. Faktor lainnya adalah lingkungan. Kalau tidak berada di lingkungan yang optimis, semangat mereka bisa padam,” jelasnya.
Pentingnya Wadah Kepemudaan
Ali Syahbana menekankan pentingnya wadah kepemudaan, seperti KNPI atau komunitas lainnya, sebagai tempat pembinaan dan pengembangan potensi. Wadah ini berfungsi mencegah pemuda “hilang terbawa arus” dan mencetak generasi yang berkarakter.
“Di sinilah pentingnya wadah kepemudaan. Kita perlu kaderisasi semua pemuda agar masuk ke lingkungan positif. Tujuannya adalah menciptakan pemuda intelektual yang bermanfaat bagi agama dan negara,” pungkasnya.
Ali Syahbana menegaskan, sebagai wakil rakyat, pihaknya berkomitmen bersama KNPI untuk terus mengedukasi dan mendorong para pemuda agar berperan aktif, menjadi pelaku dan penggerak kemajuan, bukan sekadar penonton perubahan.
Pewarta: Hendra Lianor
