Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 18 Agu 2026 19:01 WIB

Inflasi Turun Jadi 4,28 Persen, Pemprov Kalsel Perkuat Pengendalian Harga Pangan


 Inflasi Turun Jadi 4,28 Persen, Pemprov Kalsel Perkuat Pengendalian Harga Pangan Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat upaya pengendalian inflasi daerah, terutama terhadap komoditas pangan yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Berdasarkan perkembangan terbaru, inflasi Kalsel secara year on year (yoy) berada di angka 4,28 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 4,47 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, usai mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual melalui Command Center Kalsel di Banjarbaru pada Selasa (18/8/2026).

Eddy mengatakan penurunan tersebut menunjukkan inflasi Kalsel mulai lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya.

“Posisi Kalsel kita masih 4,28, tetapi ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 4,47. Jadi kita ada penurunan sekitar 0,2 poin,” ujarnya.

Eddy menjelaskan, berdasarkan andil inflasi yoy, emas perhiasan masih menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni sekitar 1,06 persen, kemudian diikuti komoditas beras.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki ruang intervensi yang lebih besar terhadap komoditas pangan. Sementara komoditas seperti emas perhiasan sangat dipengaruhi kondisi global dan BBM lebih banyak berkaitan dengan kebijakan nasional.

“Kalau bicara emas dan BBM mungkin itu intervensi nasional, karena emas juga pengaruh global cukup tinggi, beserta BBM. Yang bisa kita intervensi hanya di harga pangan,” jelasnya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten, Bank Indonesia dan perangkat daerah terkait adalah Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga bahan pokok di masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting, terutama saat memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, ketika permintaan sejumlah bahan pangan meningkat. Eddy menyebut kondisi tersebut cukup terasa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena secara kultur masyarakat banyak melaksanakan kegiatan maulidan di rumah masing-masing.

“Bulan Maulid ini permintaan bahan pokok sangat tinggi. Di Hulu Sungai Tengah kita tahu secara kultur setiap rumah melaksanakan maulidan, sehingga permintaan itu tinggi,” katanya.

Eddy berharap berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga stabilitas harga pada bulan-bulan berikutnya. Terlebih, inflasi di Hulu Sungai Tengah juga masih berada pada level yang cukup tinggi, yakni di atas 4 persen.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan koordinasi dan intervensi terhadap komoditas pangan strategis.

“Kita berkepentingan untuk menjaga daya beli masyarakat,” tegasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Sasirangan Kotabaru Siap Tampil di Fashion Show Nasional

7 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kotabaru Jadi Tuan Rumah, Malam Ramah Tamah Hari Pramuka ke-65 Digelar

7 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Progres Jembatan Pulau Laut

6 Oktober 2026 - 21:18 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Tanah Laut Beri Kejutan untuk Dandim

6 Oktober 2026 - 18:55 WIB

DPRD Kotabaru Minta PLN Jelaskan Pemadaman Listrik Bergilir

6 Oktober 2026 - 18:45 WIB

DPRD Kotabaru Rekomendasikan Penghitungan Ulang Suara Tidak Sah Pilkades Sampanahan

6 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Trending di ADVERTORIAL