Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 9 Jul 2026 16:11 WIB

Jalan Penghubung di Gunungsitoli Alami Longsor, Warga Minta Penanganan Permanen


 Jalan Penghubung di Gunungsitoli Alami Longsor, Warga Minta Penanganan Permanen Perbesar

Ricek.ID – Jalan penghubung antara Desa Onozitoli Olora dan Desa Bawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli alami longsor dan amblas dengan kedalaman lebih dari dua meter. Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan menyempit dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi hingga Kamis (9/7/2026), longsor yang terjadi berada di kawasan Dusun II, Desa Onozitoli Olora. Selain badan jalan yang amblas, masih terlihat retakan tanah yang memanjang di sepanjang ruas jalan dan berpotensi memicu pergerakan tanah susulan ke arah tebing. Akibatnya, ruas jalan yang semula memiliki lebar sekitar tiga meter kini hanya menyisakan sekitar satu meter yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian.

Salah seorang warga, Rubani Lase, mengatakan kerusakan jalan sebenarnya telah berlangsung secara bertahap. Namun, dalam satu bulan terakhir kondisi longsor semakin parah dengan area terdampak mencapai sekitar 30 meter.

“Proses longsor bertahap mulai tiga tahun lalu namun memuncak akhir-akhir ini seiring kawasan diguyur hujan seet cuaca ekstrem lainnya sehingga area longsor meluas dan mendekati rumah penduduk,” sebutnya.

Selain itu katanya, bangunan penahan tanah dan bronjong yang sebelumnya dibangun juga ikut mengalami kerusakan akibat terus bergeraknya tanah di lokasi tersebut.

Rubani Lase menjelaskan ruas jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat dari Desa Onozitoli Olora dan Desa Bawadesolo. Jalan itu tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga, tetapi juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian serta akses bagi pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah. Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen sebelum kerusakan semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, masyarakat bersama pemerintah desa telah menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli agar lokasi longsor segera mendapat penanganan permanen. Permohonan itu disampaikan mengingat kondisi jalan semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi maupun pendidikan masyarakat.

Sementara itu, Orisvan Zebua, Fungsional Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gunungsitoli, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi. Menurutnya, titik longsor tersebut telah masuk dalam skala prioritas perencanaan pembangunan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah membuka opsi penanganan secara bertahap melalui kolaborasi antara Dinas PUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah desa. Selain itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli juga akan mengusulkan pembangunan permanen kepada pemerintah pusat melalui dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalan sebagai akses utama masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pusat-pusat ekonomi di Kota Gunungsitoli. Hingga penanganan permanen dilakukan, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama pada saat hujan yang berpotensi memperburuk kondisi tanah.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bentuk Tim Koordinasi, Pemkab Kotabaru Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu

9 Juli 2026 - 14:00 WIB

Disdag Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha untuk Sukseskan Kalsel Expo 2026

8 Juli 2026 - 18:35 WIB

Diusulkan Jadi Miniatur Geopark Meratus, BRIDA Kalsel Dorong Penguatan Kebun Raya Banua

8 Juli 2026 - 18:30 WIB

Badan Pengelola Geopark Meratus Sempurnakan Master Plan Pengembangan Menuju Revalidasi UNESCO 2028

8 Juli 2026 - 18:25 WIB

Berkolaborasi dengan Dunia Usaha & Yayasan Sosial, Bunda PAUD Banjarmasin Salurkan Bantuan Pendidikan

8 Juli 2026 - 17:56 WIB

Tingkatkan Penjualan UMKM, Warga Banjarbaru Antusias Nobar Piala Dunia di Lapangan Dr. Murdjani

8 Juli 2026 - 17:52 WIB

Trending di Banjarbaru