Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 4 Okt 2024 16:55 WIB

Kampanye di Banua Lawas, H. Fani Jawab Keresahan Warga soal Ekonomi hingga Pertanian


 Antusiasme masyarakat Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas saat bertemu dan berdialog langsung dengan Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani. (foto : ist/dzr) Perbesar

Antusiasme masyarakat Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas saat bertemu dan berdialog langsung dengan Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani. (foto : ist/dzr)

TANJUNG – Kamis (3/10) sore, Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menggelar kampanye dialogis di Desa Habau Hulu, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong.

H. Fani tampak bersemangat melihat antusiasme masyarakat, ia menjelaskan secara teknis dan detil rencana program dari tujuh inovasi yang ia usung.

Seperti biasa, H Fani menjawab setiap persoalan yang dikeluhkan, mulai dari masalah sosial, ekonomi, pertanian, pendidikan, pelayanan publik, hingga kinerja lembaga pemerintah daerah.

Dari pantauan, warga setempat lebih banyak mempersoalkan terkaitnya minimnya perhatian pemerintah daerah di sektor potensi ekonomi dan pertanian.

Calon Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani atau kerap disapa H Fani berfoto bersama warga seusai kampanye dialogis di Desa Habau Hulu, Kecamatan Banua Lawas, Tabalong. (foto : ist/dzr)

Misalnya, terkait sulitnya mendapatkan pupuk, lalu perihal pola tanam serta panen yang berpotensi dua kali panen dalam setahun.

“Selain mendukung penuh dengan penambahan anggaran untuk sektor pertanian, kita juga akan mengembangkan pola tanam juga panennya hingga meningkatkan produksi pertanian dengan dukungan teknologi,” ujarnya.

Sebelumnya, Muhammad Fitli, warga setempat, mengeluhkan masalah petani yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Saat ini pupuk urea itu hanya menghijaukan daun saja, bukan mengembangkan potensi kualitas produksi,” katanya.

Fitli berencana menegembangkan P200 pada Sawah Raden, dengan fasilitas infrastruktur berbentuk pompa Irigasi.

Terkait lahan tadah hujan di desanya, menurut Fitli, dengan pola dan dukungan pupuk yang disubsidi, maka akan dapat diterapkan pola satu tahun dua kali panen.

Sementara itu, Fitli mengaku puas dengan penjelasan dari H Fani.

Menurutnya, ke depan persoalan disektor pertanian saat ini adalah mindset atau pola pikir petani itu sendiri.

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026, Diapresiasi atas Transformasi Digital

6 November 2026 - 21:31 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL