Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 19 Jul 2026 17:36 WIB

Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket kepada Nelayan Muara Angke


 Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket kepada Nelayan Muara Angke Perbesar

Ricek.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali perkuat budaya keselamatan pelayaran dengan menyerahkan 150 unit life jacket kepada nelayan di Muara Angke, Jakarta. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke.

Selain life jacket, Kemenhub juga menyerahkan 2.216 Buku Pelaut Merah dan 6 e-Pas Kecil kepada nelayan serta masyarakat maritim setempat guna meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung tertib administrasi pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat padat sehingga kepatuhan terhadap aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut,” ujarnya dalam keterangan resminya pada Sabtu (18/7/2026).

Masyhud menjelaskan dari total bantuan yang disalurkan, 50 unit life jacket merupakan dukungan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim.

Menurutnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal hingga nelayan.

Karena itu, Masyhud mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut, melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, mematuhi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan syahbandar sebelum berlayar.

“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia,” tegasnya.

Masyhud menambahkan penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana namun sangat penting karena dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan di laut.

“Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengatakan bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025.

Saat itu, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, dan 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.

Triono menjelaskan kegiatan kampanye kali ini diikuti 102 peserta yang berasal dari unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, pemangku kepentingan maritim, perwakilan nelayan, hingga awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.

“Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimistis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan Muara Angke.

Program penguatan budaya keselamatan pelayaran ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE