Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

NASIONAL · 19 Jul 2026 17:36 WIB

Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket kepada Nelayan Muara Angke


 Perkuat Budaya Keselamatan Berlayar, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket kepada Nelayan Muara Angke Perbesar

Ricek.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali perkuat budaya keselamatan pelayaran dengan menyerahkan 150 unit life jacket kepada nelayan di Muara Angke, Jakarta. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke.

Selain life jacket, Kemenhub juga menyerahkan 2.216 Buku Pelaut Merah dan 6 e-Pas Kecil kepada nelayan serta masyarakat maritim setempat guna meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung tertib administrasi pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat padat sehingga kepatuhan terhadap aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut,” ujarnya dalam keterangan resminya pada Sabtu (18/7/2026).

Masyhud menjelaskan dari total bantuan yang disalurkan, 50 unit life jacket merupakan dukungan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim.

Menurutnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal hingga nelayan.

Karena itu, Masyhud mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut, melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, mematuhi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan syahbandar sebelum berlayar.

“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia,” tegasnya.

Masyhud menambahkan penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana namun sangat penting karena dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan di laut.

“Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengatakan bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025.

Saat itu, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, dan 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.

Triono menjelaskan kegiatan kampanye kali ini diikuti 102 peserta yang berasal dari unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, pemangku kepentingan maritim, perwakilan nelayan, hingga awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.

“Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimistis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan Muara Angke.

Program penguatan budaya keselamatan pelayaran ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Kemenhub Periksa Kelaiklautan 2.140 Kapal Menjelang Nataru 2026/2027

1 November 2026 - 19:44 WIB

Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Karhutla, Kemenhut Tegaskan Penegakan Hukum tak Pandang Bulu

1 November 2026 - 19:42 WIB

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Targetkan Internet 100 Mbps Bisa Dinikmati Masyarakat dengan Biaya di Bawah Rp200 Ribu

31 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di NASIONAL