Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 5 Sep 2026 20:54 WIB

Kejadian Mulai Menurun, Karhutla di Banjar Terdampak 1.192 Hektare


 Kejadian Mulai Menurun, Karhutla di Banjar Terdampak 1.192 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus lakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, luas lahan terdampak karhutla sejak penetapan status siaga darurat bencana kabupaten mencapai 1.192 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, angka tersebut berdasarkan data yang dihimpun pihaknya sejak status siaga darurat bencana ditetapkan.

“Sejak kita menetapkan status siaga darurat bencana kabupaten, total jumlah lahan yang terdampak adalah 1.192 hektare. Itu sesuai dengan data yang kami miliki,” ujar Wasis.

Menurutnya, proses pemadaman di sejumlah lokasi menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi vegetasi yang didominasi semak, tanaman galam, serta pepohonan dengan ukuran cukup tinggi membuat petugas dan relawan harus bekerja lebih ekstra dalam menjangkau titik api.

“Sejauh bisa dijangkau selang, kita tetap upayakan pemadaman, seperti yang terjadi di sini, katanya usai mendampingi Bupati Banjar melakukan pantauan di Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk.

Wasis menjelaskan, tantangan semakin besar karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Karakteristik gambut yang menyimpan bara di dalam tanah membuat api berpotensi kembali muncul meski permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Kita tahu sendiri lahan gambut itu kita padamkan sekarang, bisa jadi besoknya nyala lagi, karena mungkin airnya kurang meresap ke dalam. Tapi itu tantangan kita. Begitu kejadian, kita upayakan pemadaman secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi udara di Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perbaikan. Wasis Nugraha menyebut, kondisi udara saat ini berada pada kategori sedang, setelah sebelumnya sempat diselimuti kabut asap cukup pekat.

“Secara umum kalau untuk Kabupaten Banjar dalam tiga hari terakhir statusnya sedang. Kondisi udaranya sedang,” ujar Wasis.

Menurutnya, kondisi tersebut membaik dibandingkan empat hingga lima hari sebelumnya. Saat itu, kabut asap masih cukup pekat, terutama pada pagi hari, sehingga jarak pandang masyarakat ikut terganggu.

“Empat, lima hari yang lalu kan pekat, di pagi hari itu pekat. Tapi sejak hari kemarin kita sudah lumayan, bahkan tadi pagi buka jendela jam enam pagi cerah,” katanya.

Selain kondisi udara, Wasis menyebut tren kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir juga mengalami penurunan. Data tersebut dihitung secara kumulatif sejak Pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan status siaga darurat bencana pada 15 Juli 2026.

“Kalau kita menghitung jumlah terbakar itu sejak ditetapkan status siaga darurat, kurang lebih 50 hari yang lalu, karena mulainya tanggal 15 Juli. Jadi secara kumulatif perhitungannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan tren terakhir, jumlah kejadian karhutla per hari mulai menurun. Jika sebelumnya tercatat hingga delapan sampai 10 kejadian dalam sehari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar empat kejadian.

“Dalam satu hari ada sampai delapan, sepuluh kejadian, hari ini tadi ada empat kejadian. Turun dan bisa dikendalikan,” pungkas Wasis.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Satpol PP Kotabaru Benahi Administrasi Satlinmas, Siapkan Lomba Poskamling

26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Polres Tanah Laut Gelar Operasi Patuh Intan 2026, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas

26 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Pemko Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

25 Oktober 2026 - 20:26 WIB

PM2.5 Tembus 501,7 Udara Kalsel Berbahaya, Mitigasi Super El Nino Disorot

25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Peduli Dampak Asap, RSGM Gusti Hasan Aman Bagikan Masker kepada Pengunjung CFD

25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Tempati Peringkat Lima Nasional, Kalsel Sabet Lima Medali di Kejurnas Gateball 2026

25 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di ADVERTORIAL