Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

HEADLINE · 10 Nov 2025 10:48 WIB

Kekerasan Anak dan Perempuan di Kalsel Catat 515 Kasus, Pencegahan Holistik Diupayakan


 Ilustrasi kekerasan terhadap anak dan perempuan. Foto: Freepik Perbesar

Ilustrasi kekerasan terhadap anak dan perempuan. Foto: Freepik

Banjarbaru, Ricek.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Banjarbaru, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi kelompok rentan di Kalsel.

Data Simfoni PPA: 515 Kasus Kekerasan

Kepala DP3AKB Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya masih tinggi dan diibaratkan sebagai fenomena “gunung es”.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Provinsi Kalsel, tercatat 515 kasus kekerasan dari Januari hingga September 2025, dengan total 544 korban.

“Dari jumlah tersebut, korban anak (laki-laki dan perempuan) mencapai 331 orang, sementara korban perempuan tercatat sebanyak 202 orang. Adapun bentuk kekerasan yang paling banyak dialami adalah kekerasan psikis, seksual, dan fisik,” ujar Husnul.

Ia menegaskan, perempuan dan anak adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan bangsa, namun mereka merupakan kelompok rentan yang memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara aman.

Pencegahan Holistik dan Tanggung Jawab Bersama

Kekerasan Anak dan Perempuan di Kalsel Catat 515 Kasus, DP3AKB Gelar Sosialisasi
DP3AKB Provinsi Kalsel menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Banjarbaru, Sabtu (8/11/2025). Foto: MC Kalsel

Husnul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini, seraya menekankan pentingnya pencegahan sebagai langkah utama yang harus diperkuat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

“DP3A Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong upaya-upaya yang bersifat holistik, mulai dari edukasi, penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga layanan perlindungan yang terintegrasi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian. Mari kita mulai dari rumah, sekolah, dan komunitas, dengan menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan saling menghargai,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Husnul mengajak seluruh peserta untuk aktif menolak dan melaporkan setiap bentuk kekerasan.

“Dengan kerja sama yang kuat, kita yakin dapat mencetak generasi yang lebih baik, perempuan yang berdaya, serta keluarga yang sejahtera,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, Bareskrim Polri Tetapkan Ratusan Tersangka

26 Juni 2026 - 19:44 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Trending di ADVERTORIAL