Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

NASIONAL · 3 Jul 2026 15:28 WIB

Kunci Kemandirian Fiskal, Apkasi Dorong Penguatan Otonomi Daerah


 Kunci Kemandirian Fiskal, Apkasi Dorong Penguatan Otonomi Daerah Perbesar

Ricek.ID – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyatakan penguatan otonomi daerah yang adaptif menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi lokal dan kemandirian fiskal kabupaten.

Ketua Umum Apkasi yang juga merupakan Bupati Lahat Bursah Zarnubi dalam keterangan resmi pada Jumat (3/7/2026) mengatakan, penguatan kapasitas fiskal daerah dibutuhkan agar pemerintah kabupaten mampu menjalankan program strategis sesuai kebutuhan wilayah.

“Oleh karena itu revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah perlu dilakukan agar kebijakan desentralisasi lebih adaptif terhadap karakteristik masing-masing wilayah,” katanya.

Menurut Bursah, kapasitas fiskal yang lebih kuat diperlukan untuk mendukung program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Bursah mengatakan ruang inovasi yang lebih luas dapat mempercepat lahirnya kebijakan ekonomi sesuai potensi lokal sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Ia menegaskan Apkasi bersama Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) telah menyusun rekomendasi dari berbagai forum diskusi dengan pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dan DPR dalam menyempurnakan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Sebelumnya, pandangan tersebut juga disampaikan dalam Forum Dialog Otonomi Daerah yang digelar Apkasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026), sebagai rangkaian HUT ke-26 Apkasi.

Forum itu membahas perluasan ruang inovasi daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penyempurnaan regulasi agar pemerintah kabupaten memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah daerah perlu semakin inovatif di tengah pengetatan Transfer Keuangan Daerah (TKD).

“Setiap pemimpin ada ujiannya dan tiap ujian ada pemimpinnya. Saat ini kepala daerah menghadapi tantangan pengetatan Transfer Keuangan Daerah sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengelola pembangunan,” ujarnya.

Bima mengatakan kepala daerah perlu mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru agar pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal semakin terbatas.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan dua prasyarat utama agar Indonesia menjadi negara maju, yakni keluar dari jebakan pendapatan menengah dan memanfaatkan bonus demografi secara optimal.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah diharapkan memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan investasi, pengembangan potensi daerah, dan optimalisasi pendapatan daerah.

Bima menilai Apkasi berperan sebagai wadah kolaborasi antarkabupaten untuk mempercepat penyebaran praktik baik dalam pengelolaan fiskal, inovasi pelayanan publik, dan alternatif pembiayaan pembangunan.

Selain menghasilkan rekomendasi kebijakan, forum tersebut juga dinilai memberi dampak ekonomi langsung bagi Deli Serdang melalui peningkatan aktivitas perhotelan, transportasi, kuliner, dan penjualan produk UMKM setempat.

Forum Dialog Otonomi Daerah itu dihadiri ratusan bupati, wakil bupati, jajaran organisasi perangkat daerah, serta pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dukung Produktivitas Kampung Nelayan, Pertamina Pastikan Pasokan & Ketersediaan Energi

3 Juli 2026 - 15:16 WIB

Kemenkeu Ajukan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia untuk Perkuat Daya Saing Keuangan Nasional

3 Juli 2026 - 15:12 WIB

Pemerintah Dorong Fitur Anti-Scam di Sektor Telekomunikasi Antisipasi Penipuan Digital

3 Juli 2026 - 15:08 WIB

Kepesertaan JKN Mencapai 282,7 Juta Jiwa, Akses Layanan Makin Dipermudah

3 Juli 2026 - 15:04 WIB

KPU & Polri Terima Aset Rampasan Rp4,2 Miliar dari KPK RI

3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Kemenko Bidang Pangan & IDSurvey Kolaborasi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan

2 Juli 2026 - 18:16 WIB

Trending di EKOBIS