Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

DAERAH · 12 Mei 2026 09:11 WIB

Masyarakat Diimbau Waspada Hantavirus, Tekankan Pentingnya PHBS


 Masyarakat Diimbau Waspada Hantavirus, Tekankan Pentingnya PHBS Perbesar

Ricek.iD-  Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengeluarkan imbauan resmi terkait kewaspadaan terhadap Hantavirus menyusul maraknya pemberitaan kasus virus tersebut di tingkat internasional, termasuk yang baru-baru ini terjadi di sebuah kapal pesiar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjar, Hj. Mariana, SKM, menegaskan bahwa masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak panik. Ia menjelaskan, Hantavirus berbeda dengan COVID-19 karena tidak menular antar manusia, melainkan melalui perantara tikus.

“Penularannya harus ada kontak dengan tikus atau kotorannya. Berbeda dengan COVID yang menular antar-manusia. Masyarakat bisa tertular jika berada di lingkungan yang terkontaminasi sumber yang sama,” jelas Mariana, Senin (11/5/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banjar mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan tikus, urine, air liur, maupun kotorannya. Warga juga diminta tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena virus dapat menyebar melalui udara.

“Kalau menemukan kotoran tikus, sebaiknya semprotkan disinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menyimpan makanan di tempat tertutup agar tidak terjangkau tikus.

Dinkes juga mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sesak napas, hingga mual setelah memiliki riwayat kontak dengan tikus.

“Kami biasanya diminta untuk menyampaikan sosialisasi dari edaran itu. Tolong diantisipasi kalau misalnya ada kasus atau ada keluhan. Karena gejalanya memang mirip dengan penyakit lain seperti demam dan sebagainya. Kami diminta melakukan antisipasi serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Mariana.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Banjar, Dinkes memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan. Mariana menyebut pola penanganan awal akan mengacu pada penanganan penyakit leptospirosis yang sama-sama berkaitan dengan tikus.

“Tapi kalau berdasarkan pengalaman kami pada kasus leptospirosis yang sama-sama bersumber dari tikus, jika diketahui sejak dini dan sudah dicurigai, biasanya akan langsung diberikan antibiotik agar penanganannya lebih cepat,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Ajak ASN Teladani Akhlak Rasulullah

1 September 2026 - 16:29 WIB

Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda & Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

1 September 2026 - 13:23 WIB

DPRD Kotabaru Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Menjadi Perda

31 Agustus 2026 - 18:50 WIB

HUT ke-81 RI, 28 Batang Panjat Pinang Semarakkan Perayaan di Desa Panggung Tanah Laut

29 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Relawan UNIVSM Peduli Bagi Masker Gratis Sembari Galang Dana Korban Kebakaran

29 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Trending di ADVERTORIAL