Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

NASIONAL · 10 Mei 2026 18:44 WIB

Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah


 Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026.

Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang rencananya akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.

“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, kepada tim Media Center Haji (MCH) pada Sabtu (9/5/2026).

Dari hasil pengecekan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.

Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jemaah haji.

“Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” ujar Ian.

Untuk memudahkan penempatan, nantinya setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah.

Terkait pengisian tenda, lanjut Ian, satu tenda tidak selalu ditempati jemaah yang berasal dari satu kloter penuh. Penempatan akan diatur sesuai kapasitas, tetapi tetap memperhatikan kedekatan antarjemaah dalam satu kloter.

“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, Kemenhaj juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.

Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, tetapi belum merata di seluruh area. Namun, pihaknya akan terus memastikan fasilitas ini dalam pengecekan selanjutnya yang dijadwalkan dilakukan lima hari ke depan.

“Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas tenda, pemerintah akan mencocokkan data kapasitas dengan jumlah jemaah secara detail.

“Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah,” pungkasnya.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dewan Pers Sebut Kebebasan Pers Harus Diimbangi Profesionalisme & Etika

10 Mei 2026 - 19:23 WIB

World Press Freedom Day 2026, Insan Pers Diajak Perkuat Ruang Informasi Sehat

10 Mei 2026 - 19:19 WIB

Bongkar Judi Online Jaringan Internasional, Bareskrim Polri Ringkus 321 WNA di Jakarta Barat

10 Mei 2026 - 19:10 WIB

Pemerintah Komitmen Lindungi Hak Tanah Ulayat Masyarakat Adat

10 Mei 2026 - 18:59 WIB

Pemprov Sulut Terima Tiga Kapal Ikan Hasil Tangkapan IUU Fishing

10 Mei 2026 - 18:54 WIB

Jadi Model Kemandirian Pesisir, Presiden Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih

10 Mei 2026 - 18:49 WIB

Trending di EKOBIS