Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

NASIONAL · 10 Mei 2026 18:44 WIB

Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah


 Menjelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah Perbesar

Ricek.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026.

Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang rencananya akan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.

“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, kepada tim Media Center Haji (MCH) pada Sabtu (9/5/2026).

Dari hasil pengecekan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.

Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jemaah haji.

“Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” ujar Ian.

Untuk memudahkan penempatan, nantinya setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah.

Terkait pengisian tenda, lanjut Ian, satu tenda tidak selalu ditempati jemaah yang berasal dari satu kloter penuh. Penempatan akan diatur sesuai kapasitas, tetapi tetap memperhatikan kedekatan antarjemaah dalam satu kloter.

“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, Kemenhaj juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.

Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, tetapi belum merata di seluruh area. Namun, pihaknya akan terus memastikan fasilitas ini dalam pengecekan selanjutnya yang dijadwalkan dilakukan lima hari ke depan.

“Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan kapasitas tenda, pemerintah akan mencocokkan data kapasitas dengan jumlah jemaah secara detail.

“Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah,” pungkasnya.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Kemendukbangga Ungkap Tantangan Bonus Demografi & Penurunan Stunting Dihadapan DPR RI

16 September 2026 - 20:14 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang Buka Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat untuk Penyandang Disabilitas

16 September 2026 - 20:12 WIB

Sampaikan Duka atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Pastikan Investigasi Dituntaskan

16 September 2026 - 19:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Tekankan Pentingnya Pembangunan & Transformasi Bangsa

16 September 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

16 September 2026 - 19:22 WIB

Trending di NASIONAL