Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

ADVERTORIAL · 28 Sep 2026 20:31 WIB

Pantau Komoditas Cabai, Disperdag Kalsel Pastikan Harga Bahan Pokok Relatif Terkendali


 Pantau Komoditas Cabai, Disperdag Kalsel Pastikan Harga Bahan Pokok Relatif Terkendali Perbesar

Ricek.ID – Untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan masyarakat tetap terjaga, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) terus memantau perkembangan harga bahan pokok di 13 kabupaten/kota.

Berdasarkan pemantauan minggu keempat September 2026, periode 21–25 September 2026, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masih berada dalam rentang harga yang relatif terkendali. Namun, pergerakan harga beberapa komoditas hortikultura, terutama cabai, masih menjadi perhatian karena terdapat perbedaan harga cukup tinggi antarwilayah.

Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, di Banjarbaru pada Senin (28/9/2026) mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas perdagangan dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan harga bahan pokok di daerah.

“Secara umum kami terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di seluruh kabupaten/kota. Dari hasil pemantauan minggu keempat September ini, memang ada beberapa komoditas yang mengalami perbedaan harga cukup signifikan antarwilayah, terutama komoditas cabai,” ujarnya.

Untuk bawang merah, harga tercatat sekitar Rp36.500,00–Rp41.500,00 per kilogram sesuai rentang HET, dengan harga tertinggi Rp45.000,00 per kilogram di Tanah Laut. Sementara bawang putih berada pada harga sekitar Rp29.000,00–Rp38.000,00 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp38.000,00 di Tanah Laut.

Pada komoditas telur ayam ras, harga tertinggi tercatat Rp30.000,00 per kilogram di Batola dan Balangan, sedangkan rata-rata di kabupaten/kota lainnya berada pada kisaran Rp26.000,00–Rp28.000,00 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan harga telur di sebagian besar daerah masih berada di bawah HET Rp30.000,00 per kilogram.

Sementara itu, daging ayam ras menunjukkan rentang harga yang cukup lebar, yakni Rp22.000,00–Rp50.000,00 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Banjarmasin, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Banjar.

Perhatian khusus diberikan terhadap komoditas cabai. Harga cabai merah keriting berada pada kisaran Rp60.000,00–Rp80.000,00 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp80.000,00 di Banjarmasin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Untuk cabai rawit lokal, harga bahkan mencapai Rp180.000,00 per kilogram di Kabupaten Balangan, sementara harga terendah tercatat sekitar Rp90.000 per kilogram di beberapa daerah. Kondisi tersebut berada di atas rentang HET yang ditetapkan.

“Untuk cabai memang masih menjadi komoditas yang perlu kami cermati. Ada faktor produksi dan pasokan yang memengaruhi harga sehingga terjadi perbedaan antarwilayah. Karena itu, pemantauan terus dilakukan agar perkembangan harga dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal,” jelas Bagiawan.

Selain itu, cabai merah besar berada pada kisaran Rp60.000–Rp80.000 per kilogram. Cabai rawit taji berkisar Rp45.000–Rp120.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit tiung berada pada kisaran Rp60.000–Rp120.000 per kilogram.

Untuk komoditas pangan lainnya, harga ikan bandeng berada pada kisaran Rp30.000–Rp40.000 per kilogram, ikan nila sekitar Rp40.000–Rp45.000 per kilogram, dan ikan patin berkisar Rp30.000–Rp48.000 per kilogram.

Sementara gula pasir curah tercatat pada kisaran Rp18.000–Rp19.500 per kilogram, sedikit berada di atas HET Rp17.500 per kilogram.

Bagiawan menegaskan, informasi harga tersebut juga penting bagi masyarakat agar dapat menjadi acuan dalam berbelanja sekaligus mendorong konsumen untuk membandingkan harga sebelum membeli.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan dan membandingkan harga. Di sisi lain, kami juga terus mendorong agar pelaku usaha menjaga kelancaran distribusi dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” katanya.

Disdag Kalsel juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlangsungan usaha pedagang.

“Stabilitas harga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, baik distributor, pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,” pungkas Bagiawan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kemenkop Berdayakan Ekonomi Umat, Gandeng BKMT Perluas Jaringan Koperasi Masjid Nasional

28 September 2026 - 20:57 WIB

Perempuan Kota Banjarbaru Ikut Ambil Peran Hadapi Karhutla

28 September 2026 - 20:52 WIB

Jadi Ajang Penjaringan Atlet Muda, Sekda Buka Kejurda Pelajar Banjar 2026

28 September 2026 - 20:50 WIB

Warga Pingaran Ulu Terdampak Puting Beliung, Wabup Banjar Hadir Serahkan Bantuan

28 September 2026 - 20:47 WIB

Spiderman DPKP Kalsel Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Palam Banjarbaru

28 September 2026 - 20:44 WIB

Sambangi SMAN 3 Banjarbaru, Disdukcapil Kalsel Perkuat Layanan Jemput Bola Perekaman KTP-el bagi Pelajar

28 September 2026 - 20:42 WIB

Trending di ADVERTORIAL