Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 3 Sep 2025 11:35 WIB

Partisipasi PELANGI Tanbu di Festival Layang-Layang Internasional di Tanah Laut


 Partisipasi PELANGI Tanbu di Festival Layang-Layang Internasional di Tanah Laut Perbesar

Riceknews.Id – Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Kabupaten Tanah Bumbu menghadiri undangan sebagai tim ekshibisi dalam Festival Layang-Layang Dandang Internasional di Kabupaten Tanah Laut. Acara ini mengusung tema “Layang-Layang Dandang Khas Kalimantan Selatan” dan berlangsung di Pantai Batakan Baru pada 30-31 Agustus 2025.

Festival ini juga menjadi agenda verifikasi tim penilai MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) Pusat untuk Kabupaten Tanah Laut yang berhasil meraih rekor MURI 2025 sebagai Penyelenggara Festival Layang-Layang Dandang terbanyak di Indonesia.

Ketua Umum PELANGI, Sari Majid, hadir bersama perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia dan pelayang mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, dan Prancis. Pada Minggu (31/8/2025), acara secara resmi dibuka oleh Bupati Tanah Laut. Setelah itu, sebanyak 985 layang-layang Dandang dari seluruh Kalimantan, termasuk dari Tanah Bumbu, diterbangkan serentak.

Ketua PELANGI Tanah Bumbu, Muhammad Syarif Nawfal, membawa beragam karya layang-layang, hasil binaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (BUDPORPAR) Tanah Bumbu. Karya tersebut meliputi layang-layang modern kategori 3 dimensi (Train Naga dan Gurita) dan 2 dimensi (ROKAKU dengan lambang Tanah Bumbu), serta dua buah layang-layang tradisional Dandang bertema budaya khas Tanah Bumbu. Selain itu, tim juga membawa dua layang-layang olahraga jenis 4 kendali dan 2 kendali.

Partisipasi dalam festival ini diharapkan dapat memotivasi semangat dan meningkatkan keahlian para pelayang di Tanah Bumbu, agar bidang budaya, kepemudaan, olahraga, dan pariwisata di kabupaten ini dapat semakin maju.

Selain itu, acara ini menjadi ajang untuk berbagi ilmu dan mempererat tali silaturahmi antar komunitas layang-layang. Taufik juga berharap, festival ini bisa mempromosikan Layang-Layang Dandang khas Kalimantan Selatan, yang memiliki ciri khas bunyi “dangung,” sebagai warisan budaya Banjar kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial Massal Sambut Hari Bhayangkara ke-80

25 Juni 2026 - 21:07 WIB

UNIVSM & Kementerian Hukum Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual serta Pos Bantuan Hukum di Balangan

24 Juni 2026 - 18:31 WIB

Jaga Stabilitas & Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Dikukuhkan

24 Juni 2026 - 17:58 WIB

Pasca Raih Opini WTP ke-13, Pemprov Kalsel Berkomitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset

24 Juni 2026 - 17:49 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjar, Tim Pengadaan Tanah Lakukan Pendataan Awal Lokasi

24 Juni 2026 - 17:32 WIB

Dispora Kalsel & Komunitas WEKB Tawarkan Hadiah Umrah, Ribuan Goweser Semangat Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram

24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL