Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

EKOBIS · 4 Jun 2026 19:46 WIB

Peluang Besar, Menhaj Dorong Indonesia Jadi Pemasok Katering Haji Arab Saudi


 Peluang Besar, Menhaj Dorong Indonesia Jadi Pemasok Katering Haji Arab Saudi Perbesar

Ricek.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Indonesia Mochammad Irfan Yusuf dorong perluasan ekspor komoditas pangan nasional ke Arab Saudi, khususnya untuk mendukung kebutuhan katering jemaah haji.

Peluang tersebut mengemuka saat Tim Amirul Hajj melakukan peninjauan ke dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering pada Rabu (3/6/2026).

Dalam kunjungan itu, pemerintah tidak hanya memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji, tetapi juga melihat potensi pemanfaatan komoditas pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering di Tanah Suci.

Menhaj Irfan menilai sejumlah komoditas seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga bumbu masakan memiliki peluang besar untuk masuk pasar katering haji Arab Saudi.

“Kita melihat ada banyak komoditas yang sebenarnya kita miliki. Seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan bumbu masakan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jemaah,” ujar Menhaj.

Irfan menyoroti sebagian produk yang digunakan di dapur katering sebenarnya berasal dari Indonesia, namun belum sepenuhnya tercatat sebagai produk nasional karena masuk melalui negara lain.

Menurutnya, produk seperti santan dan ikan patin yang digunakan saat ini diduga berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan dengan merek negara lain atau dipasok melalui jalur distribusi berbeda.

Selain peluang, Menhaj juga mengakui adanya tantangan besar dalam pengembangan ekspor komoditas pangan ke Arab Saudi, terutama terkait biaya logistik dan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim sejumlah komoditas seperti beras dan bumbu masakan untuk kebutuhan katering haji. Namun, pengiriman tersebut belum berjalan optimal akibat tingginya biaya transportasi dan situasi kawasan yang belum stabil.

Meski demikian, Irfan menilai potensi pasar katering haji dan umrah sangat besar karena melibatkan jutaan jemaah setiap tahun, sehingga dapat menjadi peluang strategis bagi produk pangan Indonesia.

“Peluangnya sangat bagus. Kita punya semua komoditas itu. Tinggal bagaimana menyesuaikan standar dan aturan agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi,” katanya.

Ke depan, pemerintah membuka kemungkinan memasukkan ketentuan penggunaan komoditas pangan Indonesia dalam kontrak penyediaan katering haji. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kepastian pasar bagi produk nasional.

“Dalam kontrak bisa saja diatur penggunaan beras atau bahan pangan dari Indonesia. Ini akan memperkuat posisi produk kita, meski saat ini belum bisa diterapkan sepenuhnya,” ujarnya.

Menhaj berharap stabilitas kawasan dan perbaikan rantai logistik global dapat membuka jalan lebih luas bagi masuknya komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah.

Sumber : haji.go.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tak Sekedar Program Makan, Prabowo Sebut MBG Investasi Besar untuk Masa Depan Bangsa

4 Juni 2026 - 20:05 WIB

OTT KPK Tangkap Pejabat Imigrasi & Sita Emas

4 Juni 2026 - 19:54 WIB

Perkuat Kemandirian Fiskal, Mendagri Usulkan Pembentukan Ditjen BUMD

4 Juni 2026 - 19:41 WIB

Yakin Fondasi Ekonomi Kokoh, Menkeu Fokus pada Pertumbuhan Perekonomian Nasional

4 Juni 2026 - 19:37 WIB

Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Tersangka & Tahan Tiga Mantan Pejabat BGN

3 Juni 2026 - 21:37 WIB

Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas, Kakorlantas Gandeng Ojol Tekan Angka Kecelakaan Motor

3 Juni 2026 - 18:38 WIB

Trending di NASIONAL