Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

EKOBIS · 18 Sep 2025 16:52 WIB

Peluang Gen Z di Tengah Lesunya Pasar Batu Bara


 Ilustrasi pekerja tambang. Foto: agnomark/istockphoto Perbesar

Ilustrasi pekerja tambang. Foto: agnomark/istockphoto

Martapura, RICEK.ID – Pasar batu bara dari Kabupaten Banjar ke pasar internasional sedang lesu, tetapi Direktur Utama PT Baramarta (Perseroda), Saidan Pahmi, melihat situasi ini sebagai peluang bagi generasi Z untuk masuk ke industri batu bara. Namun, menurutnya, ada satu kunci penting yang harus dimiliki para Gen Z: Akses!

Saidan menjelaskan bahwa produksi batu bara PT Baramarta tahun ini ditargetkan mencapai 750.000 ton sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

Namun, banyak kontraktor lain memperlambat produksi karena harga batu bara sedang murah akibat sepinya permintaan, terutama dari Tiongkok.

“Faktor utama batu bara menjadi murah karena permintaan yang sepi. Contohnya, volume permintaan dari Cina ke Kabupaten Banjar saat ini sedang lesu,” kata Saidan, Kamis (18/9/2025).

Menurut Saidan kondisi ini justru dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha baru, termasuk Gen Z, untuk berperan sebagai distributor.

Syaratnya, mereka harus memiliki akses yang kuat seperti jalur distribusi, relasi, dan pemahaman yang mendalam tentang pasar.

“Banyak pemuda di Kabupaten Banjar yang telah masuk ke dunia bisnis batu bara, namun mereka memiliki akses seperti relasi yang luas sebelum memulai,” tambahnya.

Komitmen dan Tanpa Modal

Saidan Pahmi menekankan bahwa selain akses, orientasi atau komitmen penuh juga sangat penting agar dapat fokus dalam bisnis besar ini.

Menurutnya, komitmen akan menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh bahwa dengan akses dan orientasi yang kuat, pelaku usaha muda bahkan bisa memulai tanpa modal.

“Misalnya, pebisnis batu bara muda memiliki relasi pengusaha alat berat. Dengan akses yang sudah cukup, dia dapat meminjam terlebih dahulu alat berat dari relasinya dan menciptakan hubungan simbiosis mutualisme,” jelas Saidan.

“Dari sana sebenarnya terlihat, semua bisnis memiliki peluang yang sama, namun dengan jalan yang berbeda-beda,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

12 September 2026 - 11:52 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU

9 September 2026 - 20:20 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Pengawasan & Pembinaan SPBU

8 September 2026 - 20:14 WIB

Dukung PKPN 2027, Kemenkeu Siapkan Rp49,80 Triliun

7 September 2026 - 20:51 WIB

OJK Bersama Stakeholders Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026

7 September 2026 - 20:48 WIB

Bigfast Banjarbaru Awali Usaha di Era Pandemi, Kini Raup Puluhan Juta per Bulan

7 September 2026 - 20:45 WIB

Trending di ADVERTORIAL