Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

Kab. Tapin · 9 Okt 2025 11:39 WIB

Pemkab Banjar Ajak Lintas Sektor Atasi Stunting di Sungai Tabuk, Libatkan Inovasi GEOLASTING


 Pemkab Banjar Ajak Lintas Sektor Atasi Stunting di Sungai Tabuk, Libatkan Inovasi GEOLASTING Perbesar

Martapura, Ricek.ID — Pemerintah Kabupaten Banjar bersama lintas sektor menggelar Aksi Bersama Kolaborasi Intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sinergi pemerintah, desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka stunting.

Penjabat Sekda Banjar, H. Ikhwansyah, menyampaikan Pemkab Banjar telah menggagas inovasi bernama Geospasial untuk Kolaborasi Atasi Stunting (GEOLASTING). Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk sistem intervensi yang lebih terarah, berbasis data spasial yang akurat, dan terintegrasi.

“Melalui GEOLASTING, kita dapat memetakan wilayah prioritas, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan memastikan setiap intervensi gizi spesifik maupun sensitif tepat sasaran dan efisien,” ujar Ikhwansyah.

Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan penurunan stunting terletak pada kolaborasi di tingkat desa. “Desa Sungai Pinang Baru menjadi lokus nyata komitmen kita. Kami ingin memastikan semua pihak, dari pemerintah daerah, dinas teknis, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat, dapat bersinergi dengan baik,” tambahnya.

Kepala Bappedalitbang Banjar, Nashrullah Shadiq, menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi multi-pihak, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan seperti Baznas, dunia usaha melalui program CSR, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat,” ungkap Nashrullah.

Ia juga menyebut bahwa pencegahan stunting juga bergantung pada perubahan perilaku dan pola hidup sehat di tingkat rumah tangga. “Diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya asupan gizi, sanitasi yang baik, serta pola asuh yang benar,” ucapnya.

Dalam aksi ini, dilakukan berbagai intervensi seperti pemberian tablet tambah darah dan buku kesehatan ibu dan anak, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit untuk balita, hingga kalender kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis, termasuk paket makanan beragam untuk ibu hamil dari Baznas, susu formula untuk balita, dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinsos P3AP2KB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Selatan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, perwakilan SKPD, Forum CSR, Baznas, serta pemerintah setempat.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ratusan Pelajar Menerima Beasiswa dari PT BRE

18 Desember 2024 - 11:00 WIB

Penyerahan Beasiswa dari PT BRE. foto:ist

Anak Bunuh Ayah Gegara Kesal dan Tersinggung  

11 Desember 2024 - 17:59 WIB

Beasiswa Pendidikan PT BRE Komitmen Setiap Tahun

10 Desember 2024 - 09:35 WIB

PT BRE Borong Penghargaan Bergengsi ISDA 2024

29 November 2024 - 16:31 WIB

PSSI Tapin dan PT BRE Fasilitasi 20 Pelatih Sepak Bola Dapatkan Lisensi

25 November 2024 - 21:23 WIB

Sumur Bor di Desa Beramban Tapin Diresmikan

23 November 2024 - 20:26 WIB

Trending di Kab. Tapin