Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 24 Apr 2024 11:43 WIB

Pemkab Banjar Gelar Kajian Awal Rencana Pembangunan Industri 2025-2045


 Pemkab Banjar Gelar Kajian Awal Rencana Pembangunan Industri 2025-2045 Perbesar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro,Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menggelar ekspose awal kajian revisi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Banjar (RPIK) 2025-2045, di Aula Barakat lantai 2 Martapura, Rabu (24/4/2024).

Sekda Banjar HM Hilman mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengkaji capaian pembangunan industri selama periode sebelumnya, mengindentifiksi potensi baru yang dapat dikembangkan dan menyesuaikan strategi kebijakan.

Kajian ini lanjut Hilman melibatkan stakeholder dari pemerintah daerah dan akademisi melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang memberikan arahan untuk hasil yang optimal merumuskan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan.

“Harapannya dengan kolaborasi bersama dapat menghasilkan rencana pembangunan industri Kabupaten Banjar yang lebih relevan dan berkelanjutan,” harapnya.

Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati menjelaskan, tujuan dari kajian ini adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan revisi RPIK 2025-2045.

“Salah satunya pedoman untuk memperbaharui data mikro dan makro sesuai kondisi riil sebagai tolak ukur awal sasaran dan target pembangunan industri dalam 20 tahun kedepan,” jelasnya.

Anggota Tim LPPM ULM Yusanto Nugroho menjelaskan, berdasarkan perubahan rencana pembangunan industri di tingkat provinsi dan nasional maka perubahan atau revisi pembangunan industri di Kabupaten Banjar juga dilakukan.

“Revisi RPIK selama 20 tahun ke depan ini harus sinkron dengan RPJMD dan RPJPD Kabupaten Banjar sesuai dengan potensi berdasarkan prioritas dengan menggali berbagai komoditas unggulan,” jelas Yusanto.

Dari hasil kajian sementara ini didapatkan dari industri prioritas yang ada di Kabupaten Banjar antara lain industri pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Data yang didapatkan pada tahap awal ini dari instansi masih dalam tahap awal belum mendapatkan data berdasarkan visual di lapangan,” ungkapnya.

Ia berharap dalam kajian 5 bulan ke depan didapatkan data visual di lapangan oleh Tim LPPM ULM sehingga bisa diketahui unggulan pokok yang menjadi prioritas dengan memetakan secara utuh kondisi riil industri-industri dan UMKM-UMKM yang ada di desa dan kecamatan se-Kabupaten Banjar.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gelar Laboratorium Inovasi 2026, Pemkab Banjar Targetkan 64 Inovasi Daerah

29 Juni 2026 - 19:05 WIB

Melalui Peringatan Harganas ke-33, Wabup Banjar Soroti Pentingnya Peran Ayah

29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ketum Tani Merdeka Indonesia Minta Pengurus DPD Banjar Aktif Dampingi Petani hingga Pelosok Desa

28 Juni 2026 - 18:11 WIB

DPD Tani Merdeka Kabupaten Banjar Dilantik, Siap Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Desa Mali-Mali, BPBD Banjar Salurkan Bantuan Logistik kepada Korban

27 Juni 2026 - 16:30 WIB

Kabupaten Banjar Bawa Pulang Juara III Stand Terbaik dari PENAS KTNA XVII Gorontalo

27 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di ADVERTORIAL