Ricek.ID – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Fathul Jannah Muhidin hadiri peringatan Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) yang digelar di Mahligai Pancasila, Banjarmasin pada Kamis (29/10/2026)
Mengusung tema “24 Tahun Mengabdi untuk Generasi Rabbani: Menguatkan Kader, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi, Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kalsel.
Dalam sambutannya, Fathul Jannah menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-24 IGRA sekaligus apresiasi terhadap komitmen dan peran aktif organisasi tersebut dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Banua.
“Dua puluh empat tahun bukan waktu yang singkat untuk menemani perjalanan pendidikan anak usia dini di Kalimantan Selatan, merawat ribuan anak di Raudhatul Athfal agar tumbuh dengan fondasi iman dan akhlak yang kuat sejak dini. Mudah-mudahan saudara-saudara sekalian terus diberi kekuatan untuk memegang amanah yang pahalanya mengalir panjang ini,” ujar Bunda PAUD Kalsel.

Fathul Jannah berharap, peringatan Milad ke-24 IGRA menjadi penguat semangat untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa pendidikan anak usia dini di Kalsel layak mendapatkan layanan terbaik, serta para guru berhak memperoleh penghargaan yang setimpal atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Kepada para guru Raudhatul Athfal dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, Fathul Jannah juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam mendidik generasi penerus bangsa.
“Ulun bangga dengan dedikasi pian semua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan saling menguatkan lewat IGRA,” ungkap Bunda PAUD Kalsel.
Fathul Jannah berharap para guru di bawah naungan IGRA terus bersemangat membimbing anak-anak usia dini agar tumbuh sehat, kuat, berakhlak mulia, serta menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya umat Islam di Kalimantan Selatan.
Istri Gubernur Kalsel ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk guru honorer di lingkungan IGRA, agar dapat memperoleh penghasilan yang layak.
“Kita harus duduk bersama antara Pemprov dan Pemkab/Pemko. Masalah anggaran ini cukup kompleks, apalagi sekarang kita sedang efisiensi. Mudah-mudahan semua bisa memahami. Mudah-mudahan Kantor Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota bisa bersama-sama memperjuangkan hak mereka,” jelas Fathul Jannah.
Menurutnya perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas pemerintahan dan instansi terkait.
Fathul Jannah berharap para guru honorer dapat memperoleh penghasilan yang memadai sesuai dengan pengabdian yang diberikan.

Sementara itu Bunda Raudhatul Athfal Provinsi Kalsel, Adiani Tambrin, dalam sambutannya berharap IGRA semakin matang, solid, profesional, dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan anak usia dini, khususnya pendidikan Raudhatul Athfal di Kalsel.
Ia menegaskan bahwa guru RA memiliki peran strategis, bukan hanya dalam mengenalkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan dasar, tetapi juga dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai agama, serta menjadi teladan bagi anak sejak dini.
“Dari tangan guru RA yang tulus dan ikhlas, kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas pikiran, santun perilaku, kuat imannya, dan mulia akhlaknya,” tutur Adiani.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Bunda PAUD Kalsel yang menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara IGRA dan pemerintah daerah.
Adiani menyebutkan bahwa pada kesempatan tersebut dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bunda PAUD Kalsel dan Pimpinan Wilayah IGRA Kalsel dalam rangka optimalisasi peran IGRA untuk mendukung program Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, sehingga anak-anak di Banua tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, mandiri, kreatif, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya bangsa.
Dalam laporan ketua pelaksana yang disampaikan Siti Fatimah, kegiatan Milad ke-24 IGRA diikuti sebanyak 500 peserta dari IGRA 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Rangkaian kegiatan peringatan Milad ke-24 IGRA di Banjarmasin meliputi susur sungai sekaligus ziarah, syukuran bersama pimpinan dan anggota IGRA, serta Seminar RA Ramah Anak.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembacaan sejarah singkat IGRA dan penandatanganan MoU antara Bunda PAUD Kalsel dengan Pimpinan Wilayah IGRA Kalsel.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai ungkapan rasa syukur.
Sementara itu, prosesi pemotongan tumpeng pada penghujung kegiatan yang diiringi lantunan lagu “Mabruk Alfa Mabruk” menjadi penanda rasa syukur atas perjalanan 24 tahun pengabdian IGRA dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Kalsel.
Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel















