Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

ADVERTORIAL · 10 Okt 2026 20:13 WIB

Pipa Transmisi Air Baku Bocor, BPAM Banjarbakula Targetkan Perbaikan Rampung 10 Hari


 Pipa Transmisi Air Baku Bocor, BPAM Banjarbakula Targetkan Perbaikan Rampung 10 Hari Perbesar

Ricek.ID – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula bergerak menangani kebocoran pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter di wilayah Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu 5–10 hari, sementara operasional intake darurat dioptimalkan untuk menjaga keberlangsungan pasokan air baku.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan kebocoran diketahui pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 20.20 WITA. Setelah titik kebocoran teridentifikasi, petugas langsung melakukan langkah pengamanan dengan mematikan pompa Intake Mandikapau dan menutup sejumlah valve yang terhubung dengan jalur pipa tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk menghentikan aliran air menuju titik kebocoran sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas. Pada Sabtu (10/10/2026), BPAM Banjarbakula melanjutkan penanganan melalui survei kondisi lapangan, pengecekan pipa, serta persiapan alat berat dan material untuk mendukung proses perbaikan.

“Untuk penanganannya saat ini terjadi kebocoran pada pipa transmisi utama berdiameter 1.200 milimeter. Kebocoran terjadi tadi malam sekitar pukul 20.20 WITA. Hari ini kami melakukan persiapan pekerjaan, menunggu alat berat berupa ekskavator tiba di lokasi. Untuk material dan suku cadang perbaikan, alhamdulillah sudah tersedia,” jelasnya dilokasi kebocoran.

Wahyu menyebutkan, material yang disiapkan untuk penanganan kebocoran di antaranya ripper clamp. Setelah alat berat tiba dan seluruh persiapan teknis terpenuhi, pekerjaan perbaikan akan dilaksanakan sesuai kondisi aktual di lapangan.

BPAM Banjarbakula memperkirakan penanganan membutuhkan waktu sekitar 5–10 hari. Rentang waktu tersebut mempertimbangkan tahapan pekerjaan teknis hingga sistem transmisi dinyatakan aman untuk kembali dioperasikan. Setelah perbaikan selesai, pasokan air baku dari jalur utama diharapkan dapat dipulihkan secara bertahap.

Di tengah gangguan tersebut, BPAM Banjarbakula mengoperasikan Intake Darurat dengan kemampuan debit sekitar 120 liter per detik.

“Pengoperasian ini menjadi langkah sementara untuk membantu menjaga pasokan air baku selama jalur transmisi utama dalam proses penanganan,” ungkapnya.

Wahyu mengakui kebocoran pipa utama berdampak terhadap operasional distribusi air baku. Karena itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan pompa darurat dan menyiapkan langkah operasional pendukung, termasuk pengaturan aliran melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami berupaya agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Memang ada gangguan karena kebocoran terjadi pada pipa utama, tetapi kami terus mengoptimalkan sistem yang tersedia agar pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BPAM Banjarbakula juga telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi kerawanan kebocoran pada jalur transmisi.

Menurutnya, revitalisasi menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko kebocoran berulang di titik yang sama. Dengan pembenahan infrastruktur tersebut, keandalan sistem transmisi air baku diharapkan semakin terjaga.

BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan akibat kebocoran pipa tersebut. Masyarakat juga diminta memahami proses penanganan yang sedang berlangsung, sembari BPAM Banjarbakula terus memantau kondisi sistem dan mengupayakan perbaikan agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Trail Run Tahura Sebatung Diikuti 300 Peserta, Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake

28 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL