Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

DAERAH · 19 Sep 2025 17:34 WIB

Pohon Penghijauan Jalan Veteran Dinilai Warga Rawan Tumbang


 Pohon Penghijauan Jalan Veteran Dinilai Warga Rawan Tumbang Perbesar

RICEK.ID – Sejumlah warga di Jalan Veteran Kelurahan Sungai Sipai, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, mengungkapkan keresahan mereka terhadap kondisi pohon penghijauan yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan, terutama saat angin kencang dan hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pohon-pohon yang dahulu ditanam sebagai bagian dari program penghijauan dan pelestarian lingkungan kini justru menjadi sumber kekhawatiran.

Banyak cabang pohon menjulur ke atas badan jalan dan atap rumah warga, bahkan beberapa batang pohon sudah dalam kondisi miring.

“Dulu memang niatnya bagus, untuk penghijauan dan menambah oksigen. Tapi sekarang, banyak pohon tidak terawat. Dahan menjulur ke jalan, akar mengangkat trotoar, dan ada pohon yang sudah miring ke arah rumah warga,” ujar Ijay, warga Sungai Sipai, Jumat (19/9/2025).

Keresahan warga ini bukan tanpa dasar. Sejumlah insiden pohon tumbang sudah pernah terjadi, baik ke arah jalan raya maupun menimpa bagian rumah warga, mengakibatkan kerusakan dan potensi bahaya bagi penghuni maupun pengguna jalan.

“Kami tidak menolak keberadaan pohon. Tapi harus ada perawatan rutin. Jangan sampai harus tunggu ada korban atau kerusakan besar dulu baru diperbaiki,” tambahnya.

Warga juga menyoroti usia pohon dengan ukuran batang yang besar dan akar kian melebar ke berbagai arah. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan memicu kerusakan infrastruktur dan membahayakan warga sekitar.

“Kami bukan ingin semua pohon ditebang. Tapi tolong dievaluasi, mana yang sudah rapuh atau terlalu dekat dengan bangunan. Itu harus jadi prioritas,” tegas Samsul, warga lainnya.

Mereka berharap instansi terkait, segera melakukan tindakan preventif, seperti pemangkasan, peremajaan, atau penebangan terhadap pohon yang dianggap berisiko tinggi.

Hingga saat ini, warga masih menanti respons nyata dari pemerintah daerah, agar fungsi penghijauan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Trans Saijaan Dihentikan, Damri Soroti Kontrak & Dampaknya kepada Driver

2 September 2026 - 20:57 WIB

Pemkab Kotabaru Raih Juara III Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kalsel

2 September 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Temui Relawan & Pastikan Pembasahan Lahan Cegah Karhutla

2 September 2026 - 12:20 WIB

Pemprov & DPRD Kalsel Sepakati Raperda APBD Perubahan 2026 & Raperda Pajak Daerah & Retribusi

2 September 2026 - 12:17 WIB

Perkuat Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah, Pemkab Kotabaru Susun SOP Tata Kelola Geopark

1 September 2026 - 21:10 WIB

258 Keluarga Desa Pekauman Terima Bantuan Beras Bulog

1 September 2026 - 16:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL